Archive for the Palestine Category

Holocaust of Gaza

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , , , , on February 10, 2009 by indonesiaunderground

Brazilian cartoonist Carlos Latuff creates artworks that call on the world to condemn Israeli holocaust of Gaza

Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org

Advertisements

IM : PBB dan Lembaga Internasional Berpihak Pada Zionist

Posted in Israel, Palestine, Zionism with tags , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Kairo-Infopalestina : Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Mohamed Mahdi Akef menjelaskan, lembaga-lembaga internasional seperti PBB, Dewan Keamanan, Uni Eropa, Komisi untuk Hak Asasi Manusia dan Pengungsi, UNESCO, dan UNRWA. Mereka hanya bergerak demi kepentingan Barat yang jelas keberpihakanya dan mendukung sepenuhnya Zionist Israel.

Ia mempertanyakan peran lembaga-lembaga tersebut dalam menghentikan pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan Zionis Israel. Ia mengkritik ketidakberdayaan lembaga-lembaga tersebut dalam memberikan dukungan pada Palestina dan tidak menunjukan rasa simpatinya kepada anak-anak yang terbunuh dan terusir dari tanah airnya.

Akif menyatakan, kejujuran lembaga-lembaga ini dipertanyakan ketika berkaitan dengan hak-hak nasional Palestina. Apa yang terjadi di Gaza kemarin berupa agresi Zionis biadab melalui sejumlah alat tempur di depan mata dunia, untuk meneguhkan dirinya serta menggambarkan bagaimana kekuatanya untuk memisahkan antara hitam dan putih atau antara kebenaran dan kebatilan. Dan untuk menjelaskan, entitas mereka tidak bisa diperintah atau ditekan siapapun.

Namun perang terakhir kemarin membuktikan kemenangan bagi kemanusiaan dan nurani manusia yang rindu akan fitrah Allah yang asli yaitu, perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan sebagai hak asasi bagi rakyat yang terusir.

Akief yang menyebut Zionis Israel sebagai penjahat perang yang rasialis dan perampok yang tidak mengenal prikemanusiaan menegaskan, sejak pendirian Zionis Israel oleh Theodore Herzel sebagai organisasi biadab sepanjang sejerahnya. Terbukti pada peristiwa pembantaian Shabra dan Shatila dan lait Al-Baqar, Der Yasin, Qana dan yang lainya, membuktikan betapa biadabnya kelompok ini.
Adapun terkait sikap IM, Akef menjelaskan, pihaknya menginginkan dunia mendengar bagaimana pernyataan pemimpin radikal Zionis, Menachem Begin yang menyatakan, “Ketika pandangan kami arahkan ke sebelah utara terhampar dataran subur Suriah dan Libanon. Ke sebelah Timur terbentang Dataran Tinggi Golan dan sungai Dijlah serta minyak Irak. Adapun di sebelah baratnya terpampang Mesir. Tentu kami tidak akan mampu mengelola kekayaan itu semua. Namun kami menyamarakan masalah ini dari sisi kekuatan. Oleh karena itu, kami harus memaksa bangsa Arab untuk taat dan patuh kepada Israel dengan sempurna”.

Maka IM berpandangan, Palestina harus dibebaskan oleh ummat Islam, Palestina walaupun dikungkung maka kita harus membebaskanya, walaupun ia sakit, maka kita harus mengobatinya dan walaupun pertempuran kita terus berlangsung dengan segala pengorbanan para syuhadanya, tegasnya. (asy)

Sumber : http://www.infopalestina.com

Bau Harum di Tempat Penyimpanan Serpihan Tubuh Pejuang Al-Qassam

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground


Sumber : http://swaramuslim.net.

05 Feb, 09

Walau sudah hancur, tubuh pejuang Al-Qassam mengeluarkan semerbak bau harum, dan itu terulang kembali setelah 20 hari wafatnya

Keluarga Abdullah As Shani terkejut dengan bau misk yang berhembus dari ruangan bekas penyimpanan serpihan tubuh putra mereka itu, demikian tulis situs syiria-aleppo.com.

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper Al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel, ketika sedang berada di pos kemanan bagian barat Gaza. Dua hari dilakukan pencarian tubuh pejuang ini. Ternyata tidak tersisa dari tubuhnya kecuali serpihan kepala dan dagunya, sedangkan bagian tubuh lainnya lumat oleh rudal Israel.

foto [alm] Abdullah bersama tokoh Hamas, Dr. Mahmud Zahar

Ketika mendengar berita tersebut, puluhan orang-orang yang mengenal pejuang yang memiliki kuniyah Abu Hamzah ini ramai-ramai mendatangi rumahnya, untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh pejuang itu, yang diletakkan dalam sebuah plastik di salah satu ruangan rumah keluarganya.

Fenomena ini bukan satu-satunya, pihak keluarga menyatakan bahwa pada 20 hari setelah wafatnya Abdullah, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Sebagaimana diketahui, Abdullah As Shani, mujahid yang tidak suka menampakkan amalan-amalannya ini, disamping sebagai anggota kesatuan sniper (penembak jitu), ia juga menjadi salah satu komandan lapangan Al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas. [tho/syal/www.hidayatullah.com]

Senyum Syuhada Gaza
Alangkah agungnya seorang yang syahid Di akhirat ia memperoleh kebesaran luar biasa. Dia tidak meninggalkan dunia ini kecuali dengan barisan yang mulia. Manusia menangis, sedangkan syahid tersenyum

Kegembiraan melihat tempat tinggalnya di surga menyunggingkan senyum di bibir sang syahid, seperti yang kita lihat para Syuhada Gaza berikut ini:


sumber : eramuslim

Wanita Palestina Dorong Suami dan Anak Berjihad

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Jum’at, 6 Februari 2009 – 08:40 wib, okezone.com

JAKARTA – Peran wanita- wanita di Palestina sangat luar biasa karena terbiasa menghadapi kondisi perang. Wanita Palestina tidak segan untuk menganjurkan suami dan anak-anaknya berjihad di garis terdepan.

“Kami biasa berada di situasi perang. Harga diri kami tinggi dan kami saling tolong menolong. Enam orang anak saya didorong untuk maju ke medan perang,” ujar Nadyamusa Abu Marzooq saat memberikan kesaksian di depan puluhan orang yang hadir dalam acara ‘Malam solidaritas untuk perempuan & anak Palestina’ di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/2/2009) malam.

Dia juga menceritakan kebanggaannya karena anaknya telah berhasil membunuh 19 orang Yahudi dalam sehari. Namun anaknya yang berumur 17 tahun saat pulang ke rumah tertembak oleh tentara zionis.

“Di saat anak saya berumur 17 tahun, dia berhasil membunuh 19 orang Yahudi dalam sehari. Namun anak saya mati syahid saat pulang ke rumah, tertembak tentara yahudi,” terangnya.

Lebih lanjut istri Kepala Biro Politik Hamas itu menambahkan, wanita di Palestina juga tidak jarang menemani suami saat bertempur melawan tentara Yahudi dan meyakini jika tewas di medan perang akan mati syahid.

Di ujung kesaksiannya, Nadya menyebutkan bahwa perang di Palestina belum berakhir. Tetaplah turun ke jalan-jalan mendukung perjuangan Pelestina.

“Orang menilai perang di Palestina sudah berakhir, padahal belum berakhir. Jadi tetaplah turun ke jalan untuk mendukung pejuang palestina di jalur Gaza,” pungkasnya  (ram)

Tak Puas di Gaza, Israel Membunuh di Tepi Barat

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Seorang warga Tepi Barat digiring tentara Israel ke tempat pemeriksaan saat terjadi gelombang penculikan besar-besaran 2008 lalu. Setidaknya Israel menangkap 300 warga Tepi Barat selama 2008, sebanyak 32 di antaranya merupakan anak-anak/Ist

Kamis, 5 Februari 2009 – 15:10 wib, okezone.com

TEPI BARAT, PALESTINA – Tak hanya di Jalur Gaza, aksi brutal Israel juga terjadi di wilayah Palestina lainnya, yaitu Tepi Barat. Pasukan Israel Kamis ini membunuh seorang warga di rumahnya sendiri.

Diberitakan Press TV, Kamis (5/2/2009), peristiwa itu terjadi Kamis ini di kota Qabatiya wilayah utara Tepi Barat.

Menurut otoritas keamanan Palestina, pria 21 tahun bernama Ala Abu Al Rub tewas ditembak Israel. Rub merupakan anggota brigade Al Quds yang merupakan sayap militer Jihad Islam.

Kejadian ini semakin membuat kondisi Tepi Barat mencekam. Pada rabu kemarin, pasukan Israel menangkap paksa 12 warga Gaza. Di antara warga yang ditangkap, terdapat dua remaja berusia 15 tahun.

Meski menghentikan serangan di Gaza, Israel justru meningkatkan patroli di Tepi Barat. Sepanjang malam pasukan Israel melakukan patroli. Setelah menangkapi mereka juga membunuh.(ton)

Israel Akui Tanknya Bom 3 Anak Dokter di Gaza

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Dr. Izzuddin Aboul Aish (kanan) ayah dari tiga anak perempuan yang tewas dibom tank Israel

Kamis, 5 Februari 2009 – 12:05 wib, okezone.com

JERUSALEM – Militer Israel mengakui bahwa pasukannya membunuh tiga bocah perempuan anak seorang dokter di Gaza. Peristiwa itu mengundang kecaman, setelah sebuah stasiun televisi mewawancarai sang ayah yang juga dokter di rumah sakit Israel.

Berdasarkan penyelidikan militer Israel (IDF), dua tank menembaki sebuah gedung apartemen milik Dr. Izzuddin Aboul Aish pada 16 Januari lalu. Dua hari sebelum gencatan senjata sepihak diberlakukan Israel.

Aboul Aish merupakan dokter terkenal Palestina yang juga bekerja pada sebuah rumah sakit di Israel. Dalam wawancara itu, Aboul Aish mengatakan, “Mengapa mereka membunuh anak saya padahal saya juga menolong orang Israel yang sakit.”

“Hasil penyelidikan menyimpulkan, dua bom ditembakkan dari dua tank IDF yang menyebabkan kematian tiga anak Aboul Aish,” demikian bunyi pernyataan IDF yang dikutip Reuters, Kamis (5/2/2009).

Namun Israel berkilah. Dalam pernyataan, militer Israel menganggap pemboman rumah Aboul Aish itu merupakan aksi membela diri dari serangan mortar pejuang Gaza.

Israel menuduh Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng. Namun pernyataan itu dibantah Hamas. Menurut Hamas, itu hanya dalih yang digunakan untuk melegitimasi pembunuhan anak-anak dan wanita.

“Komandan meminta untuk menembak. Hasilnya tiga anak Aboul Aish tewas, Setelah terdengar suara jeritan, Israel menghentikan serangan.”

Ini merupakan hasil temuan pertama yang dilakukan IDF dari empat kasus yang sedang diselidiki.

Selain itu PBB juga tengah menyelidiki enam serangan di sekolah binaan PBB yang menewaskan 40 orang lebih. Padahal sekolah itu jelas-jelas digunakan sebagai tempat pengungsian yang saat itu banyak dihuni wanita dan anak-anak.

(ton)

Turkish PM storms off in Gaza row

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , , , , , on January 31, 2009 by indonesiaunderground
Erdogan dan Peres tampil dalam debat soal aksi Israel atas Gaza

Turkey’s prime minister has stormed off the stage at the World Economic Forum in Davos after a heated debate on Gaza with Israel’s president.

Recep Tayyip Erdogan clashed with Shimon Peres, whose voice had risen as he made an impassioned defence of Israel’s actions, jabbing his finger.

Mr Erdogan said Mr Peres had spoken so loudly to conceal his “guilt”.

He accused the moderator of not allowing him to speak and said he did not think he would return to Davos.

The Turkish PM stressed later that he had left the debate not because of his disagreements with Mr Peres but because he had been given much less time to speak than the Israeli leader.

Turkey is one of the few Muslim countries to have dealings with Israel, but relations have been under strain since the Islamist-rooted AK Party was elected to power in 2002.

Late on Thursday, a WEF official said that Mr Peres and Mr Erdogan had spoken by mobile telephone, and both men now considered the matter closed.

Palestinian children reportedly injured in an Israeli missile attack lie in hospital in Khan Younis, Gaza, 29 January

Many of the casualties in Gaza have been children, doctors say

Dinner time

In the debate, Mr Erdogan was cut off as he attempted to reply to Mr Peres.

Earlier the Turkish Prime Minister had made an address himself, describing Gaza as an “open-air prison”.

When the audience applauded Mr Peres, he said: “I find it very sad that people applaud what you said. You killed people. And I think that it is very wrong.”

The moderator, Washington Post columnist David Ignatius, had given him a minute to reply, then asked him to finish, saying that people needed to go to dinner.

“I do not think I will be coming back to Davos after this because you do not let me speak,” Mr Erdogan shouted before marching off the stage in front of Mr Peres, UN Secretary General Ban Ki-moon and an elite audience of ministers and international officials.

Mr Peres had told the audience Israel was forced on to the offensive against Hamas by thousands of rockets and mortars fired into Israel.

“The tragedy of Gaza is not Israel, it is Hamas,” the Israeli leader said.

“Why did they fire rockets? There was no siege against Gaza. Why did they fight us, what did they want? There was never a day of starvation in Gaza.”

He argued that Mr Erdogan would have reacted in the same way if rockets had hit Istanbul.

More than 1,300 Palestinians and 14 Israelis were killed during the three-week conflict which began on 27 December.

Mr Erdogan later complained that he had been allowed to speak for just 12 minutes compared with 25 for Mr Peres.

“I did not target at all in any way the Israeli people, President Peres or the Jewish people,” he said.

“I am a prime minister, a leader who has expressly stated that anti-Semitism is a crime against humanity.”

Source : http://news.bbc.co.uk