Archive for jalur gaza

Holocaust of Gaza

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , , , , on February 10, 2009 by indonesiaunderground

Brazilian cartoonist Carlos Latuff creates artworks that call on the world to condemn Israeli holocaust of Gaza

Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org
Visit Us @ www.MumbaiHangOut.Org

Advertisements

IM : PBB dan Lembaga Internasional Berpihak Pada Zionist

Posted in Israel, Palestine, Zionism with tags , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Kairo-Infopalestina : Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Mohamed Mahdi Akef menjelaskan, lembaga-lembaga internasional seperti PBB, Dewan Keamanan, Uni Eropa, Komisi untuk Hak Asasi Manusia dan Pengungsi, UNESCO, dan UNRWA. Mereka hanya bergerak demi kepentingan Barat yang jelas keberpihakanya dan mendukung sepenuhnya Zionist Israel.

Ia mempertanyakan peran lembaga-lembaga tersebut dalam menghentikan pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan Zionis Israel. Ia mengkritik ketidakberdayaan lembaga-lembaga tersebut dalam memberikan dukungan pada Palestina dan tidak menunjukan rasa simpatinya kepada anak-anak yang terbunuh dan terusir dari tanah airnya.

Akif menyatakan, kejujuran lembaga-lembaga ini dipertanyakan ketika berkaitan dengan hak-hak nasional Palestina. Apa yang terjadi di Gaza kemarin berupa agresi Zionis biadab melalui sejumlah alat tempur di depan mata dunia, untuk meneguhkan dirinya serta menggambarkan bagaimana kekuatanya untuk memisahkan antara hitam dan putih atau antara kebenaran dan kebatilan. Dan untuk menjelaskan, entitas mereka tidak bisa diperintah atau ditekan siapapun.

Namun perang terakhir kemarin membuktikan kemenangan bagi kemanusiaan dan nurani manusia yang rindu akan fitrah Allah yang asli yaitu, perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan sebagai hak asasi bagi rakyat yang terusir.

Akief yang menyebut Zionis Israel sebagai penjahat perang yang rasialis dan perampok yang tidak mengenal prikemanusiaan menegaskan, sejak pendirian Zionis Israel oleh Theodore Herzel sebagai organisasi biadab sepanjang sejerahnya. Terbukti pada peristiwa pembantaian Shabra dan Shatila dan lait Al-Baqar, Der Yasin, Qana dan yang lainya, membuktikan betapa biadabnya kelompok ini.
Adapun terkait sikap IM, Akef menjelaskan, pihaknya menginginkan dunia mendengar bagaimana pernyataan pemimpin radikal Zionis, Menachem Begin yang menyatakan, “Ketika pandangan kami arahkan ke sebelah utara terhampar dataran subur Suriah dan Libanon. Ke sebelah Timur terbentang Dataran Tinggi Golan dan sungai Dijlah serta minyak Irak. Adapun di sebelah baratnya terpampang Mesir. Tentu kami tidak akan mampu mengelola kekayaan itu semua. Namun kami menyamarakan masalah ini dari sisi kekuatan. Oleh karena itu, kami harus memaksa bangsa Arab untuk taat dan patuh kepada Israel dengan sempurna”.

Maka IM berpandangan, Palestina harus dibebaskan oleh ummat Islam, Palestina walaupun dikungkung maka kita harus membebaskanya, walaupun ia sakit, maka kita harus mengobatinya dan walaupun pertempuran kita terus berlangsung dengan segala pengorbanan para syuhadanya, tegasnya. (asy)

Sumber : http://www.infopalestina.com

Bau Harum di Tempat Penyimpanan Serpihan Tubuh Pejuang Al-Qassam

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground


Sumber : http://swaramuslim.net.

05 Feb, 09

Walau sudah hancur, tubuh pejuang Al-Qassam mengeluarkan semerbak bau harum, dan itu terulang kembali setelah 20 hari wafatnya

Keluarga Abdullah As Shani terkejut dengan bau misk yang berhembus dari ruangan bekas penyimpanan serpihan tubuh putra mereka itu, demikian tulis situs syiria-aleppo.com.

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper Al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel, ketika sedang berada di pos kemanan bagian barat Gaza. Dua hari dilakukan pencarian tubuh pejuang ini. Ternyata tidak tersisa dari tubuhnya kecuali serpihan kepala dan dagunya, sedangkan bagian tubuh lainnya lumat oleh rudal Israel.

foto [alm] Abdullah bersama tokoh Hamas, Dr. Mahmud Zahar

Ketika mendengar berita tersebut, puluhan orang-orang yang mengenal pejuang yang memiliki kuniyah Abu Hamzah ini ramai-ramai mendatangi rumahnya, untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh pejuang itu, yang diletakkan dalam sebuah plastik di salah satu ruangan rumah keluarganya.

Fenomena ini bukan satu-satunya, pihak keluarga menyatakan bahwa pada 20 hari setelah wafatnya Abdullah, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Sebagaimana diketahui, Abdullah As Shani, mujahid yang tidak suka menampakkan amalan-amalannya ini, disamping sebagai anggota kesatuan sniper (penembak jitu), ia juga menjadi salah satu komandan lapangan Al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas. [tho/syal/www.hidayatullah.com]

Senyum Syuhada Gaza
Alangkah agungnya seorang yang syahid Di akhirat ia memperoleh kebesaran luar biasa. Dia tidak meninggalkan dunia ini kecuali dengan barisan yang mulia. Manusia menangis, sedangkan syahid tersenyum

Kegembiraan melihat tempat tinggalnya di surga menyunggingkan senyum di bibir sang syahid, seperti yang kita lihat para Syuhada Gaza berikut ini:


sumber : eramuslim

Wanita Palestina Dorong Suami dan Anak Berjihad

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Jum’at, 6 Februari 2009 – 08:40 wib, okezone.com

JAKARTA – Peran wanita- wanita di Palestina sangat luar biasa karena terbiasa menghadapi kondisi perang. Wanita Palestina tidak segan untuk menganjurkan suami dan anak-anaknya berjihad di garis terdepan.

“Kami biasa berada di situasi perang. Harga diri kami tinggi dan kami saling tolong menolong. Enam orang anak saya didorong untuk maju ke medan perang,” ujar Nadyamusa Abu Marzooq saat memberikan kesaksian di depan puluhan orang yang hadir dalam acara ‘Malam solidaritas untuk perempuan & anak Palestina’ di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/2/2009) malam.

Dia juga menceritakan kebanggaannya karena anaknya telah berhasil membunuh 19 orang Yahudi dalam sehari. Namun anaknya yang berumur 17 tahun saat pulang ke rumah tertembak oleh tentara zionis.

“Di saat anak saya berumur 17 tahun, dia berhasil membunuh 19 orang Yahudi dalam sehari. Namun anak saya mati syahid saat pulang ke rumah, tertembak tentara yahudi,” terangnya.

Lebih lanjut istri Kepala Biro Politik Hamas itu menambahkan, wanita di Palestina juga tidak jarang menemani suami saat bertempur melawan tentara Yahudi dan meyakini jika tewas di medan perang akan mati syahid.

Di ujung kesaksiannya, Nadya menyebutkan bahwa perang di Palestina belum berakhir. Tetaplah turun ke jalan-jalan mendukung perjuangan Pelestina.

“Orang menilai perang di Palestina sudah berakhir, padahal belum berakhir. Jadi tetaplah turun ke jalan untuk mendukung pejuang palestina di jalur Gaza,” pungkasnya  (ram)

Misy’al: Pertempuran Gaza Titik Perubahan dalam Konflik dengan Israel

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , on January 22, 2009 by indonesiaunderground

Damaskus – Infopalestina: Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Khaled Misy’al menegaskan apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah “awal perang hakiki dan besar yang dimenangkap rakyat kami di lapangan. Untuk itu pertempuran Gaza adalah titik perubahan dalam konflik dengan Zionis Israel.”

Hal tersebut disampaikan Misy’al dalam pidato televisi, Rabu (21/01) malam. Dia menegaskan, “Pertempuran ini menjadi asas bagi strategi sungguh-sungguh dan aktif untuk pembebasan dimulai dari Palestina dan membentang dengan dukungan umat di seluruh tempat. Dan benar, ini dalam perang pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagaimana dinamakan oleh para pejuang perlawanan Palestina. Pembeda antara perlawanan dan kompromi, antara sebelum dan sesudah agresi.”

Dia menambahkan, “Pertempurna Gaza adalah awal kemenangan hakiki dan mendekatkan kemenangan yang akan datang dan target yang akan datang.” Dia menegaskan pembebasan Palestina “tidak hanya sekadar mimpi, namun realita yang kita lihat. Pertempuran Gaza telah mengangkat kita ke atas dan kita melihat kemenangan akan datang, isya Allah.”

Misy’al kembali menegaskan, ini adalah kemenangan Gaza, perlawanan dan rakyat Palestina sekaligus kegagalan musuh. Kemenangan perlawanan di Gaza terjadi lebih besar dan lebih jelas dari klaim-klaim musuh dan keraguan orang-orang yang bersekongkol dalam agresi ini. “Tidakkah cukup bahwa target-target musuh belum terealisasi. Penjajah telah gagal di medan pertempuran sebagaimana telah gagal dalam politik. Maka setelah 3 pekan, mereka terpaksa menghentikan serangan dan penarikan sepihak tanpa ada kesepakatan atau syarat apapun yang menjadi komitmen perlawanan.”

Tidak lupa Misy’al mengingatkan keberhasilan perlawanan Palestina dalam menawan sejumlah serdadu Israel selama agresi di Gaza. “Kami akan kembali berupaya menawan serdadu Israel lagi untuk pembebasan para tahanan Palestina,” ungkap Misy’al.

Pemimpin Palestina ini menegaskan bahwa setelah kemenangan pertempuran di Jalur Gaza, maka masih tersisa dua pertempuran lagi. Yang pertama adalah pertempuran pembebasan blockade dan yang kedua adalan pertempuran pembukaan pelintasan, khususnya gerbang perlintasan Rafah yang merupakan pintu ke dunia luar bagi rakyat Palestina dan urat nadi kehidupan mereka. Karenanya hal itu menjadi prioritas. “Kami minta kepada umat dan bukan dari musuh untuk membuka pelintasan, meskipun ini adalah hak kami, karena musuh telah menduduki tanah kami,” tegasnya. Misy’al yakin dua pertempuran ini akan dimenangkan.

Terkait dengan pembangunan Jalur Gaza, Misy’al menegaskan bahwa Hamas dan Pemerintah Palestina yang dipimpin Ismail Haniyah akan menanggung seluruh tanggung jawab kepada warga Jalur Gaza. “Kami akan menanggung seluruh tanggung jawab penuh. Kami akan mengobatan semua yang terluka dan mengganti apa yang kami bisa.”

Hamas dan pemerintah Haniyah sudah mulai bekerja demi merealisasikan proyek pembangunan, penampungan, penggantian dan pengobatan korban luka. Dia mengatakan, “Kami sudah menghubungan beberapa Negara dan mengungjungi sebagiannya sekaligus melakukan koordinasi, untuk memberikan solusi bagi warga Gaza.”

Ada dua hal yang sangat prioritas dalam masalah ini, tegas Misy’al. Yang pertama adalah santunan keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang terluka. Serta keluarga-keluarga yang eksodos karena kehilangan rumah. Rincianya diserahkan kepada pemerintah Haniyah. Selain itu juga pengobatan korban yang terluka. Hal yang kedua adalah program pembangunan. Dalam akan diberikan penggantian apa yang hilang dan dibangun apa yang sudah dihancurkan Israel.

Untuk itu, Misy’al menyerukan kepada Negara-negara dan lembaga-lembaga Arab, Islam dan internasional yang sudah memutuskan memberikan bantuan ratusan juta dolar untuk merekonstruksi Jalur Gaza. Namun dia mengingatkan agar tidak memberikan dana ini kepada tangan-tangan yang salah (rusak). Ada dua cara, diserahkan kepada pemerintah yang dipimpin Ismail Haniyah yang memiliki tangan bersih dalam melayani rakyat dan bisa diawasan langsung oleh Negara pemberi dana. Atau kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki komitmen memberikan pelayanan kepada rakyat Palestina dan langsung diawasi oleh pemberi bantuan. Misy’al mengatakan, “Semua orang Palestina tidak mau dana ini jatuh ke tangan orang-orang yang rusak, anda semua tahu yang sebenarnya.” (seto)

Source : infopalestina.com

Kami Memanen yang Kami Tanam

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , on January 22, 2009 by indonesiaunderground

Kami Memanen yang Kami Tanam

Oleh: Fahmi Huwaidi

Al-Syarq Qatar

Kala mereka (Israel) gagal taklukkan Gaza dengan senjata, Israel menempuh cara manipulasi, agar mereka bisa mengelak dari apa yang tidak berhasil diwujudkan dengan F16, bom fosfor dan bom curah.

(1)

Awalnya Israel bilang perang ini melawan Hamas dan bukan kepada perlawanan Palestina yang sulit ditaklukkan. Para pengamat menggambarkan psiwar dalam intilejen militer Israel yang ingin melakukan profokasi anti Hamas. Mereka berharap rakyat Palestina akan membelot Hamas dan menjatuhkan pemerintahannya. Yang melihat TV Al-Aqsha sejumlah tayangan profokasi anti elit Hamas dengan berbagai penyifatan negatif. TV ini menuding elit Hamas sembunyi pada saat rakyat Palestina dibombamdir habis Israel. Salah satu tayangannya, mereka mengeluarkan gambar pejuang Al-Qassam yang ketakutan lari dari medan perang. Hal sama terjadi di Radio Suara Al-Aqsha. Kedua media eletronik ini berhasil disabotase Israel karena kecanggihan teknologi mereka.

Disamping menyabotase media eletronik, Israel juga menyebarkan berbagai macam selebaran dengan bahasa Arab ke perkampungan dan penduduk Palestina, terutama di daerah-daerah pertempuran di Betlahia, Bethanon, kamp Jabalia, pinggiran timur dan selatan Gaza dan lain-lain. Dalam selebaran itu diserukan akan tidak bekerjasama dengan Hamas dan membantu menyembunyikan mereka. Dalam banyak media, Israel mengaku Hamas adalah penghalang hakiki dalam mewujudkan perdamaian sekarang. Menurut Israel, dua negara Israel dan Palestina akan berdiri jika Hamas tidak ada dan Jalur Gaza akan maju dalam pembangunan dan ekonomi.

Bahkan Israel menggunakan media-media berbahasa Arab di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan di sejumlah negara Arab untuk membusukkan citra Hamas.

(2)

Psiwar dan penyebaran fitnah yang dilakukan Israel itu bukan hal baru. Termasuk Israel tidak ragu-ragu menggunakan langkah sepihak dalam gencatan senjata. Dalam hal ini Israel ingin membunuh dua burung dengan satu lemparan batu. Di satu sisi ia ingin meredakan murka dunia Arab dan seluruh dunia setelah ketahuan belangnya sebagai negara penjahat perang yang melanggar seluruh undang-undang internasional. Selain itu Israel ingin memberikan kesan bahwa dirinya tidak ingin meneruskan perang dan ingin menciptakan perdamaian.

Di sisi lain, Israel ingin menghentikan serentetan operasi yang tujuannya di atas kemampuannya. Sejumlah laporan Israel menyepakati bahwa operasi militer Israel didasarkan pada memaksa Jalur Gaza menyerah dalam tiga hingga 10 hari. Namun mereka dikagetkan dengan balasan dan perlawanan tempur selama tiga pekan. Roket perlawanan Palestina tak pernah berhenti membombardir wilayah permukiman Israel. personel pejuang perlawanan menantang Israel di medan darat untuk maju. Akhirnya, Israel yakin perang akan berlangsung lebih lama dari yang mereka perkirakan yang pasti akan memeras kemampuan mereka yang diperkirakan menghabiskan 200 juta dolar setiap harinya. Seperti beban biaya mendatangkan pasukan cadangan, membekali perbekalan perang untuk jangka panjang. Di tambah lagi Israel ingin menciptakan realitas dan situasi baru sebelum pemerintah baru Amerika disahkan setelah Obama menjabat presiden Amerika resmi kemarin Selasa (20/1). Jangan lupa, ada pemilu Israel pada 10 Februari depan dimana elit Israel ingin memetik hasil perang atas Gaza dalam pemilu depan antara Livni dan Barack yang merepresentasikan partai Kadema dan partai Buruh. Mereka ingin menyaingi perolehan suara Benjamen Netanyahu dari Partai Likud, yang terkenal kejam terhadap Palestina.

Pada saat Israel ingin meredam kemarahan di dunia luar, sementara di Palestina Israel ingin tetap menghunuskan pedagnya di leher perlawanan di sana. Sebab Israel tidak menarik pasukannya dari Tepi Barat secara utuh. Apalagi gencatan senjata hanya sepihak Israel saja.

Jika perlawanan Palestina di Jalur Gaza melakukan pembalasan terhadap kejahatan Israel, maka negara zionis akan menjadikannya sebagai alasan untuk menyerang dan melanjutkan holocoustnya di Jalur Gaza. Dalam hal ini Israel ingin menempatkan perlawanan Palestina dalam kesulitan dan dilema.

(3)

Setelah gagal menghabisi perlawanan dan menghentikan roketnya, Israel ingin melumpuhkan sumber senjata dan kekuatan mereka. Yakni dengan kesepakatan yang ditandangani pada 16 /1 dengan Amerika soal pelarangan penyelundupan senjata ke Jalur Gaza. Kesepakatan yang sangat aneh. Bagaimana mungkin Amerika dan Eropa melarang senjata kepada perlawanan yang terkungkung dalam negara terjajah

Anehnya lagi, Israel dan Amerika yang membuat, namun Mesir dan Palestina sebagai obyeknya. Dimana wewenang perbatasan Gaza harus dijamin aman dan mencegah perang di Gaza. Kemudian presiden Mubarak hanya bisa mengikuti Israel dan AS serta berjanji akan menjamin perbatasan Gaza yang dimaksud dengan menutup perlintasan Rafah.

Keanehan lain, dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa perlawanan bersenjata di Jalur Gaza dituding sebagai penyebab langsung agresi Israel. Agresi ini disebut-sebut, sebagai balasan atas terorisme Palestina. Sehingga tidak ada jalan lain kecuali harus menutup akses senjata ke Jalur Gaza dengan segala cara.

Setelah memutarkan balikkan opini sedemikian rupa, Israel masih menilai bahwa pihaknyalah yang membutuhkan stabilitas keamanan dan jaminan keamanan dan perlawanan adalah problema yang harus dihabisi.

Berikut isi perjanjian itu:

1. AS dan Israel bekerja sama dengan negara tetangga Palestina, dan masyarakt internasional untuk melawan penyeludupan senjata kepada organisasi teroris terutama Hamas.

2. AS dan Israel akan bekerja sama dengan NATO untuk mengawasi semua upaya penyelundupan senjata ke Jalur Gaza Palestina melalui laut Meditrania, teluk Adn, laut merah dan timur Afrika.

3. Saling tukar informasi soal penyelundupan senjata bagi perlawanan melalui koordinasi antar badan intelijen anggota NATO.

4. AS komitmen memberikan semua bentuk dukungan informasi dan teknik kepada Israel dengan melatih tim yang diikuti oleh pemerintah kawasan Timteng.

5. Soal kerjasama militer antara dua negara Israel dan AS dalam menerapkan komitmen kesepakatan dalam memerangi terorisme.

(4)

Sejak awal, media-media Arab gagal mendiagnosa agresi Israel ke Jalur Gaza. Apa yang mereka sampaikan ke publik semuanya menuding Hamas bertanggungjawab atas tragedi Gaza. Mereka tidak memberikan pengertian bahwa perlawananlah yang menjadi target dan penjahatnya adalah Israel.

Sejak awal kita memang membiarkan perlawanan untuk diserang. sebagian pejabat Arab mengaku tidak melawan perlawanan, namun mereka juga mengaku tidak bersamanya (mendukungnya). Sebagaimana mayoritas negara Arab membiarkan rakyatnya. Yakni ketika mereka malas-malasan mengumumkan sikap tegasnya terhadap kejahatan Israel sejak awal. Sikap inilah yang dianggap Israel sebagai lampu hjiau bagi mereka melanjutkan pembantian. Bahkan Livni Menlu Israel mengatakan, bahwa dirinya merepresentasikan kelompok Arab moderat” (News Week, 20/1).

Ia berlindung di balik kelambanan Arab dan kevakuman peran Arab. Sehingga Israel makin brutal melakukan kejahatan-kejahatannya, menghinakan rekan-rekan mereka yang moderat Arab dalam kesepakatan gencatan senjata baru. Bahkan mereka setuju membunuh perlawanan di perbatasan negeri-negeri kami sendiri. Hal itu memang tidak bisa dielakkan, sebab kami sudah memanen apa yang kami tanam. (bn-bsyr)

Source : http://www.infopalestina.com

Hamas Tidak Akan Menyerah

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , on January 20, 2009 by indonesiaunderground
Seorang anak Palestina yang membawa bendera Hamas berlari di atas reruntuhan sebuah rumah di Beit Lahia, kawasan utara Jalur Gaza, Senin (19/1). Suasana di Jalur Gaza relatif tenang setelah Hamas dan Israel menerima gencatan senjata

Liga Arab Akan Bahas Usulan Bantuan Rekonstruksi Jalur Gaza

Selasa, 20 Januari 2009 | 04:32 WIB

Oleh Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman

RAFAH, SENIN – Kelompok pejuang Hamas dan Israel secara terpisah sama-sama setuju untuk melakukan gencatan senjata. Meski demikian, Hamas berjanji akan langsung memperkuat barisan apabila Israel ataupun komunitas internasional berusaha melucuti roket-roket dan persenjataan lain milik Hamas pascaperang di Jalur Gaza.

”Lakukan apa pun yang kamu suka. Terserah saja. Merakit dan membuat senjata perang suci ini adalah misi kami dan kami tahu persis cara memperoleh senjata,” kata juru bicara ”militer” Hamas, Abu Ubaida, Senin (19/1).

Berbicara kepada sejumlah wartawan dan mengenakan kain penutup wajah, Ubaida, menyebutkan ”apa pun bisa terjadi” apabila militer Israel tak segera menarik seluruh pasukannya dari wilayah Jalur Gaza dalam waktu satu pekan, seperti yang dituntut Hamas ketika mengumumkan gencatan senjata, Minggu.

”Ancaman” seperti itu juga diutarakan oleh Israel. Pemerintah Israel yang mengumumkan gencatan senjata secara sepihak juga ”mengancam” akan kembali melancarkan operasi militer apabila Hamas menyelundupkan senjata lebih banyak lagi ke Gaza. Israel sudah meminta Mesir mencegah masuknya senjata ilegal dari terowongan-terowongan bawah tanah di perbatasan Gaza-Mesir.

Pemerintah Israel, Jumat lalu, telah menandatangani perjanjian keamanan dengan Pemerintah AS untuk kerja sama dalam pemberian bantuan teknis, informasi, dan penggunaan berbagai ”aset” milik AS untuk mencegah senjata selundupan yang selama ini kerap diperoleh Hamas melalui jalur darat, udara, atau laut.

Klaim korban

Sejak Israel pertama kali menyerang Gaza tanggal 27 Desember lalu, Hamas telah ”kehilangan” 48 anggota atau pejuangnya. Juru bicara Brigade Ezzedine Al- Qassam, sayap militer Hamas, Abu Obeida, mengaku jumlah pejuang Hamas yang menjadi korban tewas dalam serangan Israel di Gaza itu tidak benar. Sebelumnya, Israel menyatakan telah menewaskan sekitar 500 anggota Hamas.

Obeida justru berbalik mengatakan Israel ”kehilangan” paling tidak 80 tentaranya. Akan tetapi, sejauh ini Israel mengaku ”hanya kehilangan” 10 tentaranya. ”Kami sudah beri batasan waktu kepada musuh Zionis satu pekan untuk mundur dari Gaza. Jika tidak keluar juga, kami akan lanjutkan perlawanan,” ujarnya.

Kapasitas Hamas untuk kembali menembakkan roket ke arah Israel belum berkurang. Padahal, tujuan utama serangan Israel ke Gaza semata-mata untuk menghentikan serangan roket Hamas. ”Simpanan roket kami tidak terpengaruh. Kami masih sanggup untuk menembakkan roket,” kata Obeida menegaskan.

Selama 22 hari serangan Israel, Obeida mengaku pihaknya telah menembakkan sekitar 345 roket Qassam, 213 roket Grad, dan 422 mortir. Upaya dari Israel, AS, dan Eropa untuk mencegah agar Hamas tidak memperkuat kembali persenjataan dipastikan Obeida tidak akan pernah berhasil.

Sampai saat ini, korban tewas mencapai sedikitnya 1.300 orang dan 5.320 orang terluka.

Rekonstruksi Gaza

Sementara dari pertemuan Liga Arab yang diselenggarakan di Kuwait disebutkan, Liga Arab kemungkinan besar akan memberi bantuan rekonstruksi di Gaza sebesar 2 juta dollar AS. Selain Liga Arab, Pemerintah Arab Saudi pun akan memberikan bantuan 1 miliar dollar AS untuk rekonstruksi Gaza. ”Pemerintah kerajaan akan membantu saudara-saudara yang berada di Gaza,” kata Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz di dalam pidato pembukaan pertemuan negara-negara Arab tentang ekonomi di Kuwait, Senin.

Pemerintah Qatar pekan lalu mengusulkan bantuan untuk Gaza sebesar 250 juta dollar AS. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

Source : kompas.com