Archive for hamas

Wanita Palestina Dorong Suami dan Anak Berjihad

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Jum’at, 6 Februari 2009 – 08:40 wib, okezone.com

JAKARTA – Peran wanita- wanita di Palestina sangat luar biasa karena terbiasa menghadapi kondisi perang. Wanita Palestina tidak segan untuk menganjurkan suami dan anak-anaknya berjihad di garis terdepan.

“Kami biasa berada di situasi perang. Harga diri kami tinggi dan kami saling tolong menolong. Enam orang anak saya didorong untuk maju ke medan perang,” ujar Nadyamusa Abu Marzooq saat memberikan kesaksian di depan puluhan orang yang hadir dalam acara ‘Malam solidaritas untuk perempuan & anak Palestina’ di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/2/2009) malam.

Dia juga menceritakan kebanggaannya karena anaknya telah berhasil membunuh 19 orang Yahudi dalam sehari. Namun anaknya yang berumur 17 tahun saat pulang ke rumah tertembak oleh tentara zionis.

“Di saat anak saya berumur 17 tahun, dia berhasil membunuh 19 orang Yahudi dalam sehari. Namun anak saya mati syahid saat pulang ke rumah, tertembak tentara yahudi,” terangnya.

Lebih lanjut istri Kepala Biro Politik Hamas itu menambahkan, wanita di Palestina juga tidak jarang menemani suami saat bertempur melawan tentara Yahudi dan meyakini jika tewas di medan perang akan mati syahid.

Di ujung kesaksiannya, Nadya menyebutkan bahwa perang di Palestina belum berakhir. Tetaplah turun ke jalan-jalan mendukung perjuangan Pelestina.

“Orang menilai perang di Palestina sudah berakhir, padahal belum berakhir. Jadi tetaplah turun ke jalan untuk mendukung pejuang palestina di jalur Gaza,” pungkasnya  (ram)

Advertisements

Israel Akui Tanknya Bom 3 Anak Dokter di Gaza

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , on February 6, 2009 by indonesiaunderground

Dr. Izzuddin Aboul Aish (kanan) ayah dari tiga anak perempuan yang tewas dibom tank Israel

Kamis, 5 Februari 2009 – 12:05 wib, okezone.com

JERUSALEM – Militer Israel mengakui bahwa pasukannya membunuh tiga bocah perempuan anak seorang dokter di Gaza. Peristiwa itu mengundang kecaman, setelah sebuah stasiun televisi mewawancarai sang ayah yang juga dokter di rumah sakit Israel.

Berdasarkan penyelidikan militer Israel (IDF), dua tank menembaki sebuah gedung apartemen milik Dr. Izzuddin Aboul Aish pada 16 Januari lalu. Dua hari sebelum gencatan senjata sepihak diberlakukan Israel.

Aboul Aish merupakan dokter terkenal Palestina yang juga bekerja pada sebuah rumah sakit di Israel. Dalam wawancara itu, Aboul Aish mengatakan, “Mengapa mereka membunuh anak saya padahal saya juga menolong orang Israel yang sakit.”

“Hasil penyelidikan menyimpulkan, dua bom ditembakkan dari dua tank IDF yang menyebabkan kematian tiga anak Aboul Aish,” demikian bunyi pernyataan IDF yang dikutip Reuters, Kamis (5/2/2009).

Namun Israel berkilah. Dalam pernyataan, militer Israel menganggap pemboman rumah Aboul Aish itu merupakan aksi membela diri dari serangan mortar pejuang Gaza.

Israel menuduh Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng. Namun pernyataan itu dibantah Hamas. Menurut Hamas, itu hanya dalih yang digunakan untuk melegitimasi pembunuhan anak-anak dan wanita.

“Komandan meminta untuk menembak. Hasilnya tiga anak Aboul Aish tewas, Setelah terdengar suara jeritan, Israel menghentikan serangan.”

Ini merupakan hasil temuan pertama yang dilakukan IDF dari empat kasus yang sedang diselidiki.

Selain itu PBB juga tengah menyelidiki enam serangan di sekolah binaan PBB yang menewaskan 40 orang lebih. Padahal sekolah itu jelas-jelas digunakan sebagai tempat pengungsian yang saat itu banyak dihuni wanita dan anak-anak.

(ton)

Turkish PM storms off in Gaza row

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , , , , , on January 31, 2009 by indonesiaunderground
Erdogan dan Peres tampil dalam debat soal aksi Israel atas Gaza

Turkey’s prime minister has stormed off the stage at the World Economic Forum in Davos after a heated debate on Gaza with Israel’s president.

Recep Tayyip Erdogan clashed with Shimon Peres, whose voice had risen as he made an impassioned defence of Israel’s actions, jabbing his finger.

Mr Erdogan said Mr Peres had spoken so loudly to conceal his “guilt”.

He accused the moderator of not allowing him to speak and said he did not think he would return to Davos.

The Turkish PM stressed later that he had left the debate not because of his disagreements with Mr Peres but because he had been given much less time to speak than the Israeli leader.

Turkey is one of the few Muslim countries to have dealings with Israel, but relations have been under strain since the Islamist-rooted AK Party was elected to power in 2002.

Late on Thursday, a WEF official said that Mr Peres and Mr Erdogan had spoken by mobile telephone, and both men now considered the matter closed.

Palestinian children reportedly injured in an Israeli missile attack lie in hospital in Khan Younis, Gaza, 29 January

Many of the casualties in Gaza have been children, doctors say

Dinner time

In the debate, Mr Erdogan was cut off as he attempted to reply to Mr Peres.

Earlier the Turkish Prime Minister had made an address himself, describing Gaza as an “open-air prison”.

When the audience applauded Mr Peres, he said: “I find it very sad that people applaud what you said. You killed people. And I think that it is very wrong.”

The moderator, Washington Post columnist David Ignatius, had given him a minute to reply, then asked him to finish, saying that people needed to go to dinner.

“I do not think I will be coming back to Davos after this because you do not let me speak,” Mr Erdogan shouted before marching off the stage in front of Mr Peres, UN Secretary General Ban Ki-moon and an elite audience of ministers and international officials.

Mr Peres had told the audience Israel was forced on to the offensive against Hamas by thousands of rockets and mortars fired into Israel.

“The tragedy of Gaza is not Israel, it is Hamas,” the Israeli leader said.

“Why did they fire rockets? There was no siege against Gaza. Why did they fight us, what did they want? There was never a day of starvation in Gaza.”

He argued that Mr Erdogan would have reacted in the same way if rockets had hit Istanbul.

More than 1,300 Palestinians and 14 Israelis were killed during the three-week conflict which began on 27 December.

Mr Erdogan later complained that he had been allowed to speak for just 12 minutes compared with 25 for Mr Peres.

“I did not target at all in any way the Israeli people, President Peres or the Jewish people,” he said.

“I am a prime minister, a leader who has expressly stated that anti-Semitism is a crime against humanity.”

Source : http://news.bbc.co.uk

PM Turki dianggap pahlawan

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on January 31, 2009 by indonesiaunderground
Flag of Turkey.svg
Banyak warga Turki menyatakan dukungan atas sikap Erdogan
Banyak warga Turki menyatakan dukungan atas sikap Erdogan
Massa warga menyambut Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul setelah dia walk out dari debat soal Gaza di Davos.

Ribuan warga di Turki berunjukrasa untuk mendukung Perdana Menteri mereka Recep Tayyip Erdogan, hanya beberapa jam setelah dia terlibat adu argumentasi dengan Presiden Israel, Shimon Peres, soal pertempuran di Gaza baru-baru ini.

Massa pengunjukrasa, yang melambaikan bendera Turki dan Palestina, menyambut Erdogan di Istanbul sekembalinya dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos.

Dalam adu argumentasi yang berlangsung seru di Davos, Erdogan mengatakan, menyedihkan bahwa ada orang memuji Peres karena membela perang Israel di Gaza, mengingat begitu banyak orang terbunuh.

Shimon Peres mengatakan, tragedi bagi Gaza bukan Israel, tapi Hamas, yang menurut dia, menimbulkan kediktatoran yang berbahaya di Jalur Gaza.

Recep Tayyip Erdogan memperlihat reaksi marah ketika dia tidak diberi kesempatan untuk menanggapi pembelaan Peres atas operasi militer Israel yang menelan 1.300 korban jiwa, termasuk anak-anak.

Ribuan warga turun ke jalan di Istanbul untuk menyambut pesawat Erdogan.

Dia mengatakan kepada massa, bahwa nada dan bahasa Peres tidak bisa diterima, sehingga dia bertindak untuk membela martabat Turki.

“Saya hanya tahu saya harus melindungi martabat Turki dan bangsa Turki,” kata Erdogan.

“Saya bukan kepala suku. Saya perdana menteri Turki. Saya harus lakukan yang harus saya lakukan,” tandah Erdogan.

Wartawan BBC Sarah Rainsford di Istanbul mengatakan, ada kemarahan luar biasa di Turki atas operasi militer Israel terhadap Jalur Gaza, dan kini tampaknya dukungan publik atas aksi Erdogan di Davos meluas.

Erdogan dan Peres tampil dalam debat soal aksi Israel atas Gaza

Erdogan dan Peres tampil dalam debat soal aksi Israel atas Gaza

‘Pemimpin dunia’

Para wartawan mengatakan, massa pengunjukrasa berpekik “Turki bersama Anda,” dan beberapa menunjukkan plakat yang menyambut Erdogan sebagai “pemimpin baru dunia”.

Dalam debat hari Kamis, Erdogan terlibat bentrok kata-kata dengan Peres, yang suaranya meninggi saat dia dengan penuh semangat membela aksi Israel seraya menuding-nudingkan jarinya.

Erdogan mengatakan, Peres mengatakan berbicara demikian keras untuk menutupi “kesalahan”-nya.

Dia mengatakan, banyak orang terbunuh di Gaza, dan dia mendapati menyedihkan ada orang yang memuji Peres karena membela aksi Israel.

PM Turki kemudian menuding moderator tidak memberi kesempatan dia berbicara dan dia mengatakan, dia mungkin tidak akan kembali ke Davos.

Perdana Menteri Turki belakang menyatakan bahwa dia meninggalkan tempat debat bukan akibat ketidaksefahamannya dengan Peres, tapi akibat dia diberi waktu yang lebih pendek daripada presiden Israel.

Sementara itu, Presiden Peres mengatakan, dia berharap hubungan antara Israel dan Turki tidak terganggu akibat perdebatan sengit yang terjadi antara dia dan PM Erdogan.

Sumber : http://www.bbc.co.uk/

Misy’al: Pertempuran Gaza Titik Perubahan dalam Konflik dengan Israel

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , on January 22, 2009 by indonesiaunderground

Damaskus – Infopalestina: Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Khaled Misy’al menegaskan apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah “awal perang hakiki dan besar yang dimenangkap rakyat kami di lapangan. Untuk itu pertempuran Gaza adalah titik perubahan dalam konflik dengan Zionis Israel.”

Hal tersebut disampaikan Misy’al dalam pidato televisi, Rabu (21/01) malam. Dia menegaskan, “Pertempuran ini menjadi asas bagi strategi sungguh-sungguh dan aktif untuk pembebasan dimulai dari Palestina dan membentang dengan dukungan umat di seluruh tempat. Dan benar, ini dalam perang pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagaimana dinamakan oleh para pejuang perlawanan Palestina. Pembeda antara perlawanan dan kompromi, antara sebelum dan sesudah agresi.”

Dia menambahkan, “Pertempurna Gaza adalah awal kemenangan hakiki dan mendekatkan kemenangan yang akan datang dan target yang akan datang.” Dia menegaskan pembebasan Palestina “tidak hanya sekadar mimpi, namun realita yang kita lihat. Pertempuran Gaza telah mengangkat kita ke atas dan kita melihat kemenangan akan datang, isya Allah.”

Misy’al kembali menegaskan, ini adalah kemenangan Gaza, perlawanan dan rakyat Palestina sekaligus kegagalan musuh. Kemenangan perlawanan di Gaza terjadi lebih besar dan lebih jelas dari klaim-klaim musuh dan keraguan orang-orang yang bersekongkol dalam agresi ini. “Tidakkah cukup bahwa target-target musuh belum terealisasi. Penjajah telah gagal di medan pertempuran sebagaimana telah gagal dalam politik. Maka setelah 3 pekan, mereka terpaksa menghentikan serangan dan penarikan sepihak tanpa ada kesepakatan atau syarat apapun yang menjadi komitmen perlawanan.”

Tidak lupa Misy’al mengingatkan keberhasilan perlawanan Palestina dalam menawan sejumlah serdadu Israel selama agresi di Gaza. “Kami akan kembali berupaya menawan serdadu Israel lagi untuk pembebasan para tahanan Palestina,” ungkap Misy’al.

Pemimpin Palestina ini menegaskan bahwa setelah kemenangan pertempuran di Jalur Gaza, maka masih tersisa dua pertempuran lagi. Yang pertama adalah pertempuran pembebasan blockade dan yang kedua adalan pertempuran pembukaan pelintasan, khususnya gerbang perlintasan Rafah yang merupakan pintu ke dunia luar bagi rakyat Palestina dan urat nadi kehidupan mereka. Karenanya hal itu menjadi prioritas. “Kami minta kepada umat dan bukan dari musuh untuk membuka pelintasan, meskipun ini adalah hak kami, karena musuh telah menduduki tanah kami,” tegasnya. Misy’al yakin dua pertempuran ini akan dimenangkan.

Terkait dengan pembangunan Jalur Gaza, Misy’al menegaskan bahwa Hamas dan Pemerintah Palestina yang dipimpin Ismail Haniyah akan menanggung seluruh tanggung jawab kepada warga Jalur Gaza. “Kami akan menanggung seluruh tanggung jawab penuh. Kami akan mengobatan semua yang terluka dan mengganti apa yang kami bisa.”

Hamas dan pemerintah Haniyah sudah mulai bekerja demi merealisasikan proyek pembangunan, penampungan, penggantian dan pengobatan korban luka. Dia mengatakan, “Kami sudah menghubungan beberapa Negara dan mengungjungi sebagiannya sekaligus melakukan koordinasi, untuk memberikan solusi bagi warga Gaza.”

Ada dua hal yang sangat prioritas dalam masalah ini, tegas Misy’al. Yang pertama adalah santunan keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang terluka. Serta keluarga-keluarga yang eksodos karena kehilangan rumah. Rincianya diserahkan kepada pemerintah Haniyah. Selain itu juga pengobatan korban yang terluka. Hal yang kedua adalah program pembangunan. Dalam akan diberikan penggantian apa yang hilang dan dibangun apa yang sudah dihancurkan Israel.

Untuk itu, Misy’al menyerukan kepada Negara-negara dan lembaga-lembaga Arab, Islam dan internasional yang sudah memutuskan memberikan bantuan ratusan juta dolar untuk merekonstruksi Jalur Gaza. Namun dia mengingatkan agar tidak memberikan dana ini kepada tangan-tangan yang salah (rusak). Ada dua cara, diserahkan kepada pemerintah yang dipimpin Ismail Haniyah yang memiliki tangan bersih dalam melayani rakyat dan bisa diawasan langsung oleh Negara pemberi dana. Atau kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki komitmen memberikan pelayanan kepada rakyat Palestina dan langsung diawasi oleh pemberi bantuan. Misy’al mengatakan, “Semua orang Palestina tidak mau dana ini jatuh ke tangan orang-orang yang rusak, anda semua tahu yang sebenarnya.” (seto)

Source : infopalestina.com

Hamas Tidak Akan Menyerah

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , on January 20, 2009 by indonesiaunderground
Seorang anak Palestina yang membawa bendera Hamas berlari di atas reruntuhan sebuah rumah di Beit Lahia, kawasan utara Jalur Gaza, Senin (19/1). Suasana di Jalur Gaza relatif tenang setelah Hamas dan Israel menerima gencatan senjata

Liga Arab Akan Bahas Usulan Bantuan Rekonstruksi Jalur Gaza

Selasa, 20 Januari 2009 | 04:32 WIB

Oleh Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman

RAFAH, SENIN – Kelompok pejuang Hamas dan Israel secara terpisah sama-sama setuju untuk melakukan gencatan senjata. Meski demikian, Hamas berjanji akan langsung memperkuat barisan apabila Israel ataupun komunitas internasional berusaha melucuti roket-roket dan persenjataan lain milik Hamas pascaperang di Jalur Gaza.

”Lakukan apa pun yang kamu suka. Terserah saja. Merakit dan membuat senjata perang suci ini adalah misi kami dan kami tahu persis cara memperoleh senjata,” kata juru bicara ”militer” Hamas, Abu Ubaida, Senin (19/1).

Berbicara kepada sejumlah wartawan dan mengenakan kain penutup wajah, Ubaida, menyebutkan ”apa pun bisa terjadi” apabila militer Israel tak segera menarik seluruh pasukannya dari wilayah Jalur Gaza dalam waktu satu pekan, seperti yang dituntut Hamas ketika mengumumkan gencatan senjata, Minggu.

”Ancaman” seperti itu juga diutarakan oleh Israel. Pemerintah Israel yang mengumumkan gencatan senjata secara sepihak juga ”mengancam” akan kembali melancarkan operasi militer apabila Hamas menyelundupkan senjata lebih banyak lagi ke Gaza. Israel sudah meminta Mesir mencegah masuknya senjata ilegal dari terowongan-terowongan bawah tanah di perbatasan Gaza-Mesir.

Pemerintah Israel, Jumat lalu, telah menandatangani perjanjian keamanan dengan Pemerintah AS untuk kerja sama dalam pemberian bantuan teknis, informasi, dan penggunaan berbagai ”aset” milik AS untuk mencegah senjata selundupan yang selama ini kerap diperoleh Hamas melalui jalur darat, udara, atau laut.

Klaim korban

Sejak Israel pertama kali menyerang Gaza tanggal 27 Desember lalu, Hamas telah ”kehilangan” 48 anggota atau pejuangnya. Juru bicara Brigade Ezzedine Al- Qassam, sayap militer Hamas, Abu Obeida, mengaku jumlah pejuang Hamas yang menjadi korban tewas dalam serangan Israel di Gaza itu tidak benar. Sebelumnya, Israel menyatakan telah menewaskan sekitar 500 anggota Hamas.

Obeida justru berbalik mengatakan Israel ”kehilangan” paling tidak 80 tentaranya. Akan tetapi, sejauh ini Israel mengaku ”hanya kehilangan” 10 tentaranya. ”Kami sudah beri batasan waktu kepada musuh Zionis satu pekan untuk mundur dari Gaza. Jika tidak keluar juga, kami akan lanjutkan perlawanan,” ujarnya.

Kapasitas Hamas untuk kembali menembakkan roket ke arah Israel belum berkurang. Padahal, tujuan utama serangan Israel ke Gaza semata-mata untuk menghentikan serangan roket Hamas. ”Simpanan roket kami tidak terpengaruh. Kami masih sanggup untuk menembakkan roket,” kata Obeida menegaskan.

Selama 22 hari serangan Israel, Obeida mengaku pihaknya telah menembakkan sekitar 345 roket Qassam, 213 roket Grad, dan 422 mortir. Upaya dari Israel, AS, dan Eropa untuk mencegah agar Hamas tidak memperkuat kembali persenjataan dipastikan Obeida tidak akan pernah berhasil.

Sampai saat ini, korban tewas mencapai sedikitnya 1.300 orang dan 5.320 orang terluka.

Rekonstruksi Gaza

Sementara dari pertemuan Liga Arab yang diselenggarakan di Kuwait disebutkan, Liga Arab kemungkinan besar akan memberi bantuan rekonstruksi di Gaza sebesar 2 juta dollar AS. Selain Liga Arab, Pemerintah Arab Saudi pun akan memberikan bantuan 1 miliar dollar AS untuk rekonstruksi Gaza. ”Pemerintah kerajaan akan membantu saudara-saudara yang berada di Gaza,” kata Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz di dalam pidato pembukaan pertemuan negara-negara Arab tentang ekonomi di Kuwait, Senin.

Pemerintah Qatar pekan lalu mengusulkan bantuan untuk Gaza sebesar 250 juta dollar AS. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

Source : kompas.com

Qatar, Mauritania suspend ties with Israel

Posted in Israel, Palestine with tags , , , , , , , , , , on January 20, 2009 by indonesiaunderground

Friday, 16 January 2009 21:56

Qatar and Mauritania have decided to suspend their ties with Israel following a regional summit in Doha to discuss the war on Gaza. “Mauritania and Qatar have decided during a meeting behind closed doors to suspend their ties with Israel,” a Mauritanian diplomat told AFP on condition of anonymity.

Qatar has hosted an Israeli trade bureau since 1996, while Mauritania has had diplomatic ties with the Israeli regime since 1999.

The Nouakchott government called back its ambassador to Tel Aviv after Israel refused to heed international calls to halt attacks on the Gaza Strip.

Tel Aviv launched Operation Cast Lead on December 27 to put an end to rocket attacks against southern Israeli towns. At least 1,133 Palestinians have died during the offensive, while some 5,150 others have been wounded.

Hamas, the democratically-elected ruler of the impoverished Gaza Strip, demands a cessation of an 18-month Israeli blockade on the coastal enclave — home to some 1.5 million Palestinians — before its fighters suspend retaliatory rocket attacks.

The UN Security Council adopted resolution 1860 which calls for an immediate end to the ongoing crisis. Both sides, however, have rejected the resolution.

The decision by Mauritania and Qatar to suspend ties with Israel comes after Syrian President Bashar al-Assad called on Arab countries at the Friday meeting to severe all ‘direct and indirect ties with Israel’ and close their embassies.

Iran’s President Mahmoud Ahmadinejad also called for a boycott on all Israeli goods.

Source : daily.pk