Archive for perang

AU Israel Sesumbar Hancurkan Nuklir Iran

Posted in Iran, Israel with tags , , , , , on November 19, 2008 by indonesiaunderground

Sumber : kompas.com

Reaktor nuklir Iran di timur laut Teheran
Rabu, 19 November 2008 | 10:02 WIB

JERUSALEM, RABU — Angkatan Udara Israel (IAF) sesumbar siap melaksanakan perintah untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Komandan IAF Mayor Jenderal Ido Nehushtan dalam wawancara dengan koran Jerman, Der Spiegel yang disiarkan pada Selasa (18/11) menegaskan keputusan untuk melancarkan serangan militer adalah keputusan politik dan bukan masalah kemampuan militer Israel. “IAF adalah kekuatan yang sangat kuat dan luwes serta siap melaksanakan apa pun yang diperintahkan,” katanya.

Ketika ditanya apakah Israel mampu menghancurkan instalasi nuklir Iran yang tersebar di seluruh negeri itu dan sebagian berada di bawah tanah, Nehushtan menjawab, “Saya hanya dapat mengatakan ini, itu bukan masalah teknis atau logistik.”

Teknologi canggih bukan semata-mata keunggulan IAF, tetapi pasukan itu dikatakan memiliki perwira dan prajurit andal. “Israel adalah satu negara kecil. Kami tak memiliki banyak penduduk dan sumber daya alam. Aset terbesar kami adalah sumber daya manusia kami. Dan, Angkatan Udara-lah yang paling memanfaatkannya,” kata Nehushtan.

Israel, Amerika Serikat, dan sekutu Barat mereka telah lama menuduh Iran secara diam-diam mengembangkan senjata nuklir, tetapi Iran berkeras bahwa program nuklirnya semata-mata bertujuan damai.

Para pejabat Israel telah berulang kali menyeru masyarakat internasional agar meningkatkan tekanan atas negara Persia tersebut dan menekankan bahwa semua pilihan tersedia untuk menindas ambisi nuklir Iran.

Awal tahun ini spekulasi pernah memenuhi media lokal bahwa Israel mungkin melancarkan serangan militer terhadap tempat nuklir Iran.

ONO
Sumber : Ant

Advertisements

Buku “The Way of the World” Membongkar Kebohongan Gedung Putih

Posted in USA with tags , , , , on September 4, 2008 by indonesiaunderground

Sabtu, 09 August 2008 – Hidayatullah.com–Lima tahun telah berlalu sejak dimulainya serangan militer Amerika ke Iraq. Sejak saat itu pula hingga kini satu persatu kebohongan Gedung Putih mulai terbongkar. Kali ini terbukti Gedung Putih memalsukan surat Tahir Jalil Al-Habbush, Kepala Badan Intelijen Iraq waktu itu yang diserahkan kepada Saddam Hussein. Surat yang dipalsukan Gedung Putih itu menyebutkan bahwa rezim Baats Iraq punya hubungan dengan Mohammed Atta, salah seorang penyandera pesawat dalam peristiwa 11 September.

Amerika memanfaatkan surat yang telah dipalsukan itu guna menjustifikasi perang yang dilakukannya. Tidak cukup memalsukannya, Gedung Putih ternyata sengaja menyerahkan surat palsu itu kepada media untuk dicetak.

Ron Suskind dalam buku terbarunya “The Way of the World” membongkar kebohongan surat tersebut. Dalam bukunya Ron mengungkapkan, Al-Habbus sempat bertemu dengan seorang agen senior Inggris dan menyatakan bahwa Rezim Baats tidak memiliki senjata pemusnah massal.

Setelah sampai ke tangan Gedung Putih informasi tersebut hanya diarsip. Para pengamat politik menilai diterbitkannya buku Ron Suskind menampar keras kredibilitas Gedung Putih, pribadi George W. Bush dan keyakinan rakyat Amerika soal perang Iraq.

Terbongkarnya kebohongan Gedung Putih soal perang Iraq bukan yang pertama kalinya. Sebelum ini juga telah diumumkan bagaimana George W. Bush, Presiden Amerika berbohong soal dokumen yang menyebut Saddam Hussein membeli uranium dari Nigeria.

Tidak tanggung-tanggung ucapan bohongnya itu disampaikan dalam pidato tahunan bulan Januari tahun 2003. Tujuan Bush agar dapat memobilisasi opini dunia menyepakati perang terhadap Iraq.

Sejak September 2001 hingga Maret 2003 para pejabat Gedung Putih berulang kali melontarkan tuduhan bahwa Iraq tengah sberusaha mencapai senjata pemusnah massal dan punya hubungan dekat dengan kelompok AlQaeda. Collin Powel, Menlu Amerika waktu itu dalam sidang Dewan Keamanan PBB tanggal 5 Februari 2003 malah menyerahkan dokumen palsu tentang uji coba senjata kimia Iraq.

Segala kasak-kusuk Amerika memang berbuah hasil. Pada tanggal 20 Maret pasukan multinasional yang dikomandoi Amerika menyerang Iraq. Perang Iraq menjadi mimpi buruk terbesar bagi rakyat Amerika setelah perang Vietnam. Apa lagi korban yang jatuh akibat perang ini telah melebihi satu juta orang.

Ironis memang, bagaimana satu juta orang menjadi korban hanya karena perang yang dilakukan atas informasi bohong. Hakikatnya, hingga tahun 2003 Iraq tidak punya senjata pemusnah massal dan tidak juga punya hubungan dengan Al-Qaidah. Namun kenyataan ini tidak penting bagi George W. Bush dan Dick Cheney. Buat mereka yang penting adalah mengagresi dan menduduki negara seribu satu malam ini. Dan untuk itu mereka tidak segan-segan untuk berbohong, bahkan memalsukan dokumen guna membenarkan sikap arogan mereka. Oleh karenanya, dapat dikatakan perang Iraq sebagai “Perang Berdasar Kebohongan” dalam sejarah kontemporer. [irb/www.hidayatullah.com]