Archive for freemasonry

The Salafi

Posted in Religions with tags , , , , , , , , , , , , on December 8, 2008 by indonesiaunderground

The Salafi

oleh: David Livingstone

(disalin dari situs http://www.akhirzaman.info)

Pada awal tahun 1800-an, sebuah kelompok misionaris yang ditunjuk oleh gabungan gerakan Universitas Oxford, Gereja Anglikan dan Kings College of London University, yang berada di bawah Scottish Rite Freemasonry, sebagai bagian dari persekongkolan untuk membantu mengembangkan pembentukkan okult persaudaraan di dunia Islam, yang berdedikasi kepada penggunaan terorisme atas nama Illuminati di kota London [ 1 ]

Pimpinan promotor the Oxford Movement adalah Perdana Menteri Benjamin Disraeli, Lord Palmerston dari the Palladian Rite, dan Edward Bullwer-Lytton, pimpinan dari sebuah cabang aliran Rosicrucian yang dikembangkan dari

Jamal ud Din al Afghani
the Asiatic Brethren. The Oxford Movement juga didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak tokoh kantor perdana menteri serta para pembantunya. Lytton, pimpinan dari sebuah cabang aliran Rosicrucian yang dikembangkan dari the Asiatic Brethren. The Oxford Movement juga didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak tokoh kantor perdana menteri serta para pembantunya.
Benjamin Disraeli adalah seorang Grand Master Freemasonry, juga Knight of the Order of the Garter. Adalah di dalam bukunya Coningsby ia mengakui, melalui seorang karakter bernama Sidonia, untuk memerankan temannya Lionel de Rothschild, bahwa , “dunia diperintah oleh orang-orang yang sangat berbeda dari apa yang dibayangkan oleh mereka yang bukan berada di belakang layar”. Sebagai pengaruh dari perkumpulan-perkumpulan rahasia, Disraeli juga berkata dalam sebuah debat Parlemen sbb:
Adalah sia-sia untuk menyangkal … sebagian besar Eropa – keseluruhan Italia dan Perancis, dan sebagian besar Jerman, tidak perlu menyebutlan negara-negara lain – adalah tertutup dengan sebuah jaringan dari perkumpulan rahasia, seperti permukaan bumi yang sekarang tertutup dengan jala-jalan kereta api. Dan apakah tujuan mereka?. Mereka tidak berusaha menyembunyikan dirinya. Mereka tidak menghendaki pemerintahan yang konstitusional. Mereka tidak menginginkan melakukan perbaikan lembaga, mereka juga tidak mau dewan provinsi maupun catatan hasil suara ; mereka hanya ingin mengakhiri gereja kristen. … [ 2 ]
Benjamin Disraeli

Bulwer-Lytton adalah the Grand Patron of the Societas Rosicruciana di Anglia (SRIA), didirikan pada tahun 1865 oleh Robert Wentworth Little, dan berdasarkan atas the Asiatic Brethren. Banyak anggota the Asiatic Brethren., atau Fratres Lucis, menjadi anggota sebuah loji Masonik Jerman yang disebut L’Aurore Naissante, atau “the Nascent Dawn”, didirikan di Frankfurt-on-Main dalam tahun 1807. Di loji inilah dimana Lord Bulwer Lytton diinisiasi. [ 3 ] Bulwer-Lytton, yang menjabat senagai kepala Britain’s Colonial Office dan India Office, juga anggota penganut the cult of Isis and Osiris. Dia menulis the Last Days of Pompeii, dan The Coming Race, atau Zanoni, dimana dia membentuk yayasan untuk kemudian diusulkan untuk rasist Nazi. Dia menjadi pendiri the Pre-Raphaelite Brotherhood of John Ruskin, the Metaphysical Society of Bertrand Russell, dan perkumpulan okult seperti the Golden Dawn of Aldous Huxley, dan the Theosophical Society of Madame Blavatsky.

Di Mesir, gerakan Oxford memusatkan perhatiannya dalam membentuk sebuah “reformasi” gerakan Islam, dikenal sebagai Salafi, untuk mengabdi kepada Illuminati dalam rangka memproteksi kepentingan mereka yang semakin meningkat di Terusan Suez, yang kemudian akan menjadi penting untuk pengapalan minyak ke Eropa dan ke seluruh dunia. Dalam tahun 1856, Ferdinand de Lesseps memperoleh konsesi dari Said Pasha, seorang raja muda Mesir, yang memberikan kewenangan mendirikan sebuah perusahaan untuk tujuan pembangunan sebuah terusan terbuka untuk kapal laut seluruh bangsa di dunia. Terusan tersebut mempunyai dampak kuat yang menimbulkan perubahan terhadap perdagangan dunia, memainkan perang penting dalam meningkatkan penetrasi Eropa dan kolonisasi Afrika.
Dalam tahun 1875, hutang pengganti Said Pasha, Ismail Pasha meningkat, memaksanya menjual saham Terusan kepada Inggris. Dengan demikian, pemerintah Inggris, di bawah Benyamin Disraeli, dibiayai oleh temannya, Lionel Rothschild, mencapai hampir setengah keseluruhan jumlah saham dalam Perusahaan Terusan Suez, dan meskipun bukan merupakan kepentingan terbesar, hanya sebagai tujuan praktis untuk mengontrol kepentingannya. Sebuah komisi penyelidikan terhadap kelemahan keuangan Ismail dalam tahun 1878, dipimpin oleh Evelyn Baring, First Earl of Cromer, dan yang lainnya, telah memaksa raja muda untuk menyerahkan tanah milik bangsanya, untuk tetap berada di bawah pengawasan Inggris dan Perancis, dan menerima posisi berdaulat sesuai dengan UUD. Orang-orang Mesir yang marah bersatu diseputar Ahmed Urabi, sebuah kerusuhan yang akhirnya memberikan sebuah alasan kepada Inggris untuk bergerak dalam rangka “melindungi” Terusan Suez, diikuti oleh invasi resmi dan pendudukan yang menjadikan Mesir sebuah koloni
Agen provokator kerusuhan melawan Ismail diorganisir oleh gerakan Jamal ud Din al Afghani, pendiri apa yang disebut gerakan “pembaharuan” Salafi dalam Islam. Melalui seorang Afghani inilah misi Inggris bertindak, namun tidak hanya menggulingkan pemerintahan Mesir, tetapi juga menyebarkan pengaruh okult di seluruh wilayah Timur Tengah.
Selama 40 tahun karirnya sebagai seorang agen intelijen Inggris, Jamal ud al Afghani dibimbing oleh dua orang Inggris yang memahami soal-soal Islam dan spesialis cult, yaitu Wilfred Scawen Blunt dan Edward G. Browne. [ 4 ] E. G. Browne adalah seorang Orientalis terkemuka Inggris abad ke-19, dan anggoata diantara para anak didiknya – protégés – di Universitas Cambridge, departemen Orientalis, Harry “Abdullah” St. John B. Philby, seorang spesialis intelijen Inggris di belakang gerakan Wahhabi. Wilfred S. Blunt, anggota lainnya dari the British Orientalist school, diberikan tanggungjawab oleh the Scottish Rite Masons untuk mengorganisir loji-loji di Persia dan di Timur Tengah. Al Afghani merupakan agen utama [ 5 ]

Edward G. Brown
dressed as Persian
Sedikit sekali diketahui mengenai asal-usul Jamal ud Din al Afghani. Walaupun sebutan “Afghani”, dipakai dibelakang namanya yang dengan mana ia dikenal, namun terdapat beberapa laporan bahwa ia adalah seorang Yahudi.[ 6 ] Pada sisi lain, beberapa sarjana percaya bahwa dia bukan seorang Afghan, akan tetapi seorang Syi’ah Iran. Dan meskipun menyandang sebagai seorang pembaharu ortodoks Islam, al Afghani juga bertindak sebagai juru dakwah kepercayaan Bahai, proyek pertama dari the Oxford Movement, sebuah kepercayaan yang akan menjadi jantung agenda satu agama dunia – one-world-religion – Illuminati.
Edward Scawen-Blunt
in Pilgrimage to Najd
Dalam tahun 1645, keluarga Afghani mendaftarkan dia pada sebuah madrasah (sekolah Islam) di kota suci Najaf, sekarang Iraq. Disana, Afghani diinisiasi menjadi anggota “the mysteries” oleh pengikut Sheikh Ahmad Ahsai. Sheikh Zeyn ud Din Ahmad Ahsai adalah pendiri the Shaikhi school. Setelah meninggal, Ahsai digantikan oleh Seyyed Mohammad Rashti, yang memperkenalkan sebuah gagasan “perfect Shiah – Shi’ah yang Sempurna, disebut Bab, artinya “pintu gerbang”, yang akan datang. Dalam tahun 1844, Mirza Mohammad Ali mengklaim sebagai Bab yang dijanjikan, dan mendirikan Babiisme, diantara para pengikutnya adalah Afghani, yang juga mempunyai hubungan keluarga tertentu.. [ 7 ]
Salah seorang pengikut Bab, Mirza Hoseyn Ali Nuri, mengumumkan bahwa dia adalah merupakan penjelmaan dari the “One greater than Himself”, yang telah diprediksikan oleh Bab, dengan diberikan gelar Baha Ullah, artinya dalam bahasa Arab “Kemuliaan Tuhan – Glory of God”. Baha Ullah merupakan keturunan dari penguasa Mazandaran, sebuah provinsi di sebelah utara Iran, berbatasan dengan Laut Kaspia di utara. Mereka adalah dinasti Ismailiah, yang melakukan perkawinan silamg dengan keturunan keluarga Bostanai, Exilarch (salah satu garis keturunan para penguasa komunitas Yahudi di Babilonia kira-kira abd ke-2 sampai abad ke-11 M)pada abad ke-7 M. [ 8 ] Menunjuk kepada dirinya sendiri, Baha Ullah menyatakan, “The Most Great Law is come – Hukum Paling Agung sudah datang”, dan Kemolekan Masa Lalu memerintah di atas singgasana Daud – and the Ancient Beauty ruleth upon the throne of David. – Jadi izinkanlah Penaku berbicara mengenai sejarah abad masa lalu – Thus hath My Pen spoken that which the histories of bygone ages have related.”
Baha Ullah pendiri kepercayaan Bahai, yang mencampurankan beberapa agama menjadi satu , yaitu dari Islam, Kristen, Zoroaster dan Yahudi, namun mengklaim menggantikan semua agama dalam “sebuah kepercayaan dunia”. Prinsip-prinsip dasar ajaran Bahai adalah persatuan semua agama dan persatuan umat manusia. Bahai percaya bahwa semua pendiri agama-agama besar dunia merupakan penjelmaan Tuhan dan agen-agen rencana progresif tuhan untuk pendidikan ras manusia. Karena itu menurut Bahai, meskipun terdapat perbedaan-perbedaan, agama-agama besar dunia mengajarkan kebenaran yang serupa.
Meskipun demikian, kepercayaan Bahai dengan cepat mereka tidak disukai di Persia karena ajarannya yang ekstrim. Dalam tahun 1852, seorang pemimpin Bahai ditahan karena usaha pembunuhan Shah Persia, setelah gerakannya ditindas, dan banyak dari para pengikutnya dibuang ke Baghdad dan Istambul. Sepanjang kurun waktu ini, sebagaimana dilaporkan oleh Robert Dreyfuss, pimpinan Bahai tetap memelihara hubungan dekat, baik dengan Scottish Rite Freemasonry dan berbagai macam gerakan yang telah mulai menyebar di seluruh India, Kekaisaran Ottoman, Rusia dan bahkan Afrika. [9]
Baha Ullah
Al Afghani ternyata berasal dari Asadabad, sebuah kota di Persia, dekat dengan Hamadan, sebuah wilayah pemukiman Ismaili. Seperti Ismaili sebelum Afghani, ia yakin bahwa agama perlu untuk rakyat jelata, sambil mengamankan kebenaran atheisme untuk elit. Menurut Nikki R. Keddie, dalam studinya mengenai Afghani, “Banyak doktrin-doktrin esoterik Ismaili permulaan abad disajikan dengan mutu interpretasi yang berbeda dari naskah-naskah yang sama, mengikat rakyat jelata dan elit dalam sebuah rencana yang sama, jadi Jamal ud Din mempraktekan pengajaran dengan tingkat berbeda yang dapat menyatukan elit yang rasionalis dan mengikat rakyat jelata yang religious masuk ke dalam gerakan politik yang sama.[ 10 ]
Beberapa orang dari mereka yang menyaksikan Afghani mengajar dan menegaskan mengenai penyimpangannya dari ajaran ortodoks. Di anatara mereka adalah Lutfi Juma, menceriterakannya bahwa, “kepercyaannya bukan Islam yang benar meskipun dia menyampaikan ajaran Islam, dan Saya tidak bisa menilai mengenai kepercayaan para pengikutnya” Dan yang lainnya, Dr. Shibli Shumayyil, seorang pengagum Afghani, menulis bahwa ketika ia mendengar Afghani menulis sebuah tratise – buku yang membahas dengan mendalam – yang menentang “pengikut-pengikut fahan materialis” ia memberikan komentar, ” Saya terkagum-kagum, karena Saya tahu dia sebelumnya bukanlah seorang yang religius. Adalah sulit bagi Saya setelah pengalaman secara pribadi dengan dia untuk langsung memberikan penilaian mengenai apa yang Saya dengar, dan mengenai dia setelah itu, tetapi Saya lebih cenderung berpikir bahwa ia bukanlah seorang yang beriman” [ 11 ]
Disamping Afghani memperoleh banyak ilmu filsafat Islam, terutama sekali mengenai Persia, termasuk Avicenna, Nasir ud Din Tusi, dan yang lainnya, dan Sufisme. Bukti-bukti menjelaskan bahwa dia menguasai karya-karya tersebut, tetapi juga ia memperlihatkan tertarik kepada subyek-subyek okult, seperti rahasia-rahasia alfabet, kombinasi huruf, alkemi (ilmu kimia abad pertengahan) dan subyek-subyek Kabbalah lainnya. Juga Afghani memperlihatkan ketertarikannya kepada ilmu mistik, dari jenis Neoplatonic, sebuah tratise dua belas halaman mengenai Gnostikisme yang dicatat dengan tulisan tangannya.
Banyak kontroversi terhadap kegiatan Afghani selama periode tahun 1858-1865. Namun, menurut seorang biografer, Salim al Anhuri, seorang penulis yang kemudian mengenalnya di Mesir, yang pertama Afghani melakukan perjalanan di luar Iran adalah ke India. Dia pernah tinggal di sana, ia melanjutkan, disitulah Afghani memperoleh kecenderungan bid’ahnya. Dia mempelajari bidang agama yang ada kaitannya, tukas Anhuri, menjurus kepada ateisme dan panteisme. dengan His studies in religion, relates Anhuri, led into atheism and pantheism. Pada dasarnya Afghani percaya kepada filsafat yang berhubungan dengan Lurianic Kabbalah, mengenai evolusi alamiah dari alam semesta, dimana kemajuan intelektual manusia merupakan bagiannya. Sebagaimana dijelaskan Anhuri, Afghani percaya bahwa:
Manusia mulai dengan mengatakan bahwa setelah mati ia akan dipindahkan ke dalam kehidupan abadi, dan bahwa kayu atau batu yang akan membimbingnya kepada tempat tertinggi jika dia memperlihatkan catatan untuk hal itu serta memperlihatkan ketaatan terhadapnya, dan dari peribadatan seperti ini timbul pembebasan dari kepahitan pikiran mengenai sebuah kematian tanpa adanya kehidupan setelahnya. Dan nampak kepada Afghani bahwa api lebih kuat dan lebih besar dalam manfaat dan kerugian, maka dia berbalik kepadanya. Kemudian dia melihat bahwa awan lebih baik daripada api dan lebih kuat, maka dia melekatkan dirinya dan menggantungkan diri kepada mereka. Hubungan dari mata rantai ini, ditempa oleh dua alat khayal dan hawa nafsu bersama-sama dengan insting dan sifat alami manusia, diteruskan untuk meningkatkan sampai manusia memuncak dalam keadaan yang paling tinggi. Hasil daripada hukum alam adalah reaksi yang membawa kepada pembuktian bahwa semuanya yang di atas adalah pembicaraan tidak beralasan yang bermula dari hawa nafsu, dan bahwa itu tidak mempunyai kebenaran dan tidak ada definisi. [ 12 ]
Dalam tahun 1866 Afghani muncul di Qandahar, Afghanistan, kurang dari dua dekade setelah usaha Inggris gagal, bekerjasama dengan Aga Khan. Dan menurut sebuah laporan, dari seorang Afghanistan di dalam pemerintahan lokal Afghanistan, Afghani adalah:
… benar-benar ahli dalam bidang sejarah dan geografi, berbicara bahasa Arab dan Turki dengan fasih, berbicara bahasa Persia seperti orang Iran. Nampaknya ia tidak mengikuti agama tertentu. Cara hidupnya lebih menyerupai orang Eropa daripada seorang Muslim. [ 13 ]
Pada akhir tahun 1866, Afghani menjadi penasihat rahasia Azam, penguasa Afghanistan. Seorang asing bisa menduduki posisi penting dengan cepat menjadi perhatian ceritera masa kini. Beberapa sarjana berspekulasi bahwa Afghani, kemudian menyebut dirinya sendiri “Istanbuli”, ia, atau dirinya adalah seorang agen Rusia yang mampu mendapatkan dukungan uang dan politik untuk Azam dari Rusia untuk melawan Inggris, yang menyebabkan kekuasaannya berakhir. Ketika Azam menyerahkan singasananya kepada salah satu saingannya, Shir Ali, dia mencurigai Afghani, dan mengusir dari wilayahnya dalam bulan Nopember 1868.
Selama tinggal di Afghanistan, Afghani tetap memelihara hubungannya dengan Bahai, Freemasonry Inggris, dan beberapa Sufi yang berbasis di India, dimana ia juga bertemu dengan Muslim Nizari. Menurut laporan intelijen Inggris waktu itu, , selama ia melakukan perjalanan ke India, Afghani menggunakan nama Jamal ud Din Effendi. Kemudian mengunjungi Aga Khan, pimpinan Ismaili. Disamping sebagai seorang Syekh Sufi ordo Mawlavi, atau Mevlevi, yang sangat terpengaruh mistik Iran dan puisi abad ke-13, Jalal ud Din ar Rumi juga sebagai juru dakwah kepercayaan Bahai, yang konon dikirim langsung dalam misi tersebut oleh Baha Ullah sendiri..
Salah satu laporan yang dicatat tahun 1891, dari seorang muslim India yang tidak disebutkan namanya, bertindak sebagai seorang agen Inggris, yang berpura-pura menjadi pengikut Bahai dalam rangka mengumpulkan informasi yang lebih banyak, menyatakan sbb:
Berikut ini adalah isi pernyataan yang dibuat oleh seorang yang jelas mengetahui betul, seperti keadaan sebenarnya atas kehadiran Saiyid Jamal-ud-din di India, yang digambarkan oleh informan sebagai seorang Persia, namun ybs menyebut dirinya sendiri sebagai seorang Turki dari Konstantinopel.
Di kota pantai Akka (Acre?) tinggal seorang yang bernama Husen Ali, seorang Turki, yang menyebut dirinya sebagai Baha-ullah Effendi alias Jamal Mubarik (the Bless Beauty). Orang ini menyatakan bahwa semua agama adalah jelek, dan mengatakan bahwa dia sendiri adalah Tuhan. Dia memurtadkan sejumlah orang memeluk agama Bahai dan mengumpulkannya di Baghdad. Kira-kira empat tahun lalu mereka memberontak melawan Shah, tetapi mereka ditindas dan secara perlahan-lahan keluar dari Persia pindah ke Turki di Asia. Baha-ullah sekarang berada dalam pengawasan di Akka, disebut “Az Maksud” [Ar Maqud, sebuah istilah umum diantara penganut Bahai Iran untuk menyebut Tanah Suci] oleh orang-orang murtad.. Agen-agen Balla-ullah pergi ke seluruh dunia dan berusaha keras untuk meyakinkan semua orang bahwa mereka sedang dikunjungi oleh utusan-utusan Tuhan., dan pengikutnya akan menjadi penguasa-penguasa di muka bumi. Anak laki-laki Baha-ullah, Muhammad Ali, berkunjung ke Bombay dalam rangka misi ini, dan kemudian kembali ke Akka. Para agennya ditugaskan dimana-mana, Saiyid Jamal-ud-din termasuk salah seorang dari agennya.
Dia datang ke Kailaspur dan tinggal selama 10 hari bersama saya. Dia menceriterakan semua mengenai Baha-ullah kepada saya dan misinya, dan mengusulkan untuk menunjuk saya menjadi agennya, dan mengajak saya pergi ke Bombay untuk bertemu dengan Muhammad Ali. Saya menyetujuinya untuk menjadi murid Baha-ullah dalam rangka menemukan mengapa in order to discover mengapa Saiyid Jamal-ud-din datang ke India. Saya setuju menjadi agennya untuk alasan yang sama, dan dia sekarang sering menulis surat kepada saya. Saya tidak menyimpan surat-suratnya, namun bisa di dapat bila diinginkan. Sekarang dia berada di Farukhabad, dan Saya percaya bahwa dia sudah memurtadkan sejumlah orang-orang yang kemudian mengikuti Bahai di India. Dia mempunyai banyak uang dan memnelanjakannya dengan sesuak hatinya, berpergian naik kereta api dengan kelas utama. Di Bombay ada seorang bernama Agha Saiyid Mirza [Afnan], seorang pedagang dari Shiraz, yang memberi dia uang yang banyak. [ 14 ]
… Pada tanggal 21 September 1891, informan yang sama menulis surat langsung kepada Jenderal Supdt., Departmen T. dan D. [Pengawasan Umum, Departemen Thagi dan Dakaiti, bertanggungjawab memonitor para penjahat dan pembuat kerusuhan – General Superintendent, Thagi and Dakaiti Department, responsible for monitoring criminals and trouble-makers], sebagai berikut:­ “Orang bernama Saiyid Jamal-ud-din Shah bukan ‘Rumi,’ dia seorang yang berasal dari Astrabad Mazinderan di Persia, dan namanya adalah Mirza Muhammad Ali. Dia bukan pengikut ajaran Muhammad [Muslim] tetapi seorang “Babi,” dan kantor pusatnya di Akka, Palestine. [ 15 ]
Kemudian Afghani muncul di Istanbul dalam tahun 1870, dibawa ke sana oleh Ali Pasha, seorang Freemason, dan Grand Vizier selama lima kali semasa Sultan Abdul Majid dan Sultan Abdul Aziz berkuasa. Afghani sangat tidak disukai oleh para alim ulama karena pandangan-pandangan bid’ahnya, oleh karena itu Hasan Fahmi, seorang sarjana terkemuka pada waktu itu, dan Syekh al-Islam dari Kekaisaran Ottoman, menyampaikan sebuah Fatwa yang mengumumkan bahwa Afghani seorang kafir, dan kemudian dia diusir dari Turki.
Dalam tahun 1871 Afghani pergi ke Kairo, disponsori oleh Perdana Menteri Mustafa Riad Pasha, yang pernah bertemu dengan Afghan di Istanbul, dan menempatkannya dalam pekerjaan dengan gaji yang besar, dan menunjuknya menduduki jabatan yang bergengsi di Universitas Islam Al Azhar. Pada mulanya, Afghani tetap secara ketat ortodoks, tetapi dalam tahun 1878, dia pindah ke perkampungan Yahudi di Kairo, dimana di sana ia mulai membuka organisasi politik. Kemudian Afghani mengumumkan pembentukkan the Arab Masonic Society. Meskipun kepada umum diketahui sebagai Islam ortodoks, para anggota lingkaran dalam Afghani menunjukkan dengan jelas ketaatannya kepada Gnostisisme Ismailia. Afghani menyebut kepada persaudaraan Masoniknya sebagai ikhwan al saffa wa khullan al wafa, yang sengaja mereferensi kepada persaudaraan Ismailia yang menggunakan nama yang sama pada abad-ke-10.[ 16 ]
Dengan bantuan Riad Pasha dan Kedutaan Besar Inggris, Afghani mereorganisasi the Scottish Rite dan Grand Orient lodges of Freemasonry, dan mulai mengorganisir disekitar dia sebuah jaringan terdiri dari beberapa negara Islam, terutama sekali Syria, Turki, dan Persia. [ 17 ] Setelah beberapa tahun kemudian gerakan Afghani memikat pengikutnya, dari kalangan penulis muda dan aktivis, diantaranya adalah Mohammed Abduh, yang sudah menjadi pimpinan apa yang sering dianggap sebagai gerakan “modernis” dalam Islam, dengan kata lain dikenal sebagai Salafi, dan Sad Pasha Zaghlul, yang mengaku dirinya seorang Freemason, serta pendiri Wafd, Partai Nasionalis Mesir. [ 18 ]
The Hermetic Brotherhood of Luxor
Afghani mengakui sebagai seorang representasi dari sebuah perkumpulan rahasia misterius Egyptian quasi-Masonic, seperti yang diduga mewakili pengajaran peninggalan Sabiin yang masih dipertahankan dari the Grand Lodge of the Ismailis of Cairo, yang menjadi dikenal diantara pengilut okult Barat sebagai the Hermetic Brotherhood of Luxor (H.B. of L.), juga ternyata juga yang mulanya dipengaruhi dibelakang pembentukkan Samuel Honis’ Rite of Mizraim.

Salah seorang teman Afghani yang paling dekat adalah James Sanua. Sanua dilahirkan di Kairo dari keluarga yang berhubungan erat dengan keluarga Yahudi Italia yang berasal dari Yahudi Sephardic. Sanua dibesarkan sebagai Yahudi oleh ayahnya, yang lahir di Italia, dan kemudian menjadi penasihat penting bagi

H.P. Blavatsky
keluarga kerajaan Mesir. Sebagai tambahan sebagai seorang yang dibesarkan dilingkugan keluarga Yahudi, dan menguasai delapan bahasa asing, Sanua begitu menguasai dengan baik Qur’an dan adat-istiadat Islam yang mendapatkan untuk dirinya gelar “sheikh”, sebuah faktor yang menjurus kepada desas-desus mengenai kepindahan agamanya kepada Islam.
Semasa mudanya Sanua belajar di Italia, disana ia berkenalan dengan gagasan Giuseppe Mazzini. Ketika ia kembali ke Cairo, dia dengan sepenuh hati mengabdikan dirinya mengajarkan ajaran Mazzini. Sanua juga bertanggungjawab atas pendirian yayasan teater Mesir Modern, yang mempelopori industri perfilman. Namun demikian, peranannya mengundang kecurigaan di mata pihak berwenang Mesir. Dan ketika ia mengetahui adanya persekongkolan untuk meracuninya, ia terbang ke Perancis, di sana dia lebih menyukai dikenal sebagai Abu Naddara. Di Paris, Sanua mendirikan sebuah jurnal yang didedikasikan terhadap prinsip, yang utamanya kepada Bahai, mengenai sebuah one-world-religion – satu-agama-dunia, seringkali menyajikan tulisan-tulisan Afghani.
Pacar Sanua, Lydia Pashkov adalah wanita asal Rusia dan nekerja sebagai wartawan di harian Le Figaro di Paris. Melalui hubungan dengan mereka, Afghani menjadi bersahabat dengan direktur kantor pusat regional Illuminati di bagian selatan Lebanon, seperti Sheik Medjuel el-Mezrab, yang menikah dengan seorang Inggris who married British dilettante,- pencinta kesenian untuk hiburan – Jane Digby, dan Lydia Pashkov. Antara tahun 1870 dan 1875, nampaknya Illuminati memulai sebuah proyek yang meniru the Italian Carbonari di seluruh negara di Timur Tengah. [ 19 ]
Baik Sanua maupun Lydia Pashkov adalah juga temannya Helena P. Blavatksy yang suka melakukan perjalanan bersama-sama. yang pada tahun 1856, Mazzini diinisiasi ke dalam the Carbonari. Helena P. Blavatsky, medium dan mistis yang terkenal, adalah the godmother dari kebangkitan okult dalam akhir abad ke-19. Setelah menulis karya-karya yang monumental seperti Isis Unveiled, dan The Secret Doctrine, the Theosophical Society dibentuk dalam tahun 1875, untuk menyebarkan ajarannya ke seluruh dunia. Dalam The Theosophical Society terdapat anggota Freemasonry, yaitu Henry Steel Olcott dan George H. Felt yang ditunjuk kemudian sebagai presiden dan wakil-presiden. Diantara angota-anggota paling awal termasuk juga Albert Pike. Menurut Manly P. Hall, seorang ahli sejarah terkemuka Masonic, menjelaskan:
The Secret Doctrine dan Isis Unveiled merupakan hadiah dari Madame Blavatsky untuk umat manusia, dan kepada mereka yang visinya dapat menembus awan ancaman malapetaka yang sudah diambang pintu, adalah tidak berlebihan untuk menyatakan bahwa tulisan-tulisan ini merupakan bacaan paling penting yang dikontribusikan kepada dunia modern. Tidak akan bisa mereka dibandingkan dengan buku-buku yang lain, dapatkah cahaya matahari dibandingkan dengan lampu glowworm – ulat yang berkelap-kelip. The Secret Doctrine adalah jelmaan kemuliaan dari sebuah kitab suci. [ 20 ]
Blavatsky mengklaim menerima tanzil dari “Secret Chiefs”, atau ruh “Ascended Masters”, yang membantu umat manusia untuk meningkatkan dirinya menjadi sebuah ras yang super. Pada awalnya Blavatsky memberikan nama kepada para Masternya,seperti “Tuitit Bey”, “Serapis Bey”, dan “Hilarion”, yang nama-nama tersebut diakui milik the “Brotherhood of Luxor”. Menurut Joscelyn Godwin, dalam The Theosophical Enlightenment, jika kita menginterpretasikan the “Brotherhood of Luxor” sebagai sekelompok kecil penganut okult dimana Blavatsky bergabung dengan mereka di Mesir, maka kita dapat menganggap bahwa Jamal ad-Din al Afghani merupakan salah seorang daripada anggotanya.. [21 ]
Meskipun tidak terdapat bukti langsung bahwa Blavatsky telah bertemu dengan Afghani, menurut K. Paul Johnson, dalam The Masters Revealed, kenyataan akan menunjukkan terjadinya kontak. Tidak hanya Afghani yang akrab dengan teman-temannya Sanua dan Pashkov, tetapi dia dengan Blavatsky, kedua-duanya berada di India antara tahun 1857 dan 1858, demikian juga kedunya berada di Tbilisi dalam pertengan 60-an, dan keduanya berada di Cairo dalam tahun 1871. Lagi-lagi Afghani meninggalkan Mesir menuju ke India pada akhir tahun 1879, dimana pada tahun yang sama Blavatsky dan Olcott tiba di sana. Setelah meninggalkan India pada akhir tahun 1882, Afghani tinggal di Paris sepanjang tahun 1884, dimana Blavatsky pada tahun itu menghabiskan waktunya di sana.
Melalui Jamal ud Din al Afghani, Blavatsky memperoleh doktrin-doktrin sentral, derivasi dari Ismailisme, yang kemudian dia menghubungi komunitas okult Barat. Sebagaimana Johnson menjelaskan, dalam tulisan Blavatsky, The Eastern Gupta Vidy dan the Kabbalah, dia mengklaim the “real Kabbalah” ditemukan di dalam buku the Chaldean Book of Numbers. Meskipun buku tersebut tidak diketahui oleh para sarjana, Blavatsky sering mengutip buku ini di dalam buku besarnya, Isis Unveiled dan The Secret Doctrine. Dia mengklaim telah menerimanya dari seorang “Sufi dari Persia”, dan sebagaimana juga dijelaskan oleh K. Paul Johnson, Afghani hampir bisa dipastikan sebagai sumbernya.
Menurut Johnson, sebuah struktur penting dalam doktrin Blavatsky hanya dapat menunjuk kepada satu sumber, yang juga berhubungan dengan gagasan pengikut okult lainnya, Gurdjieff: Ismaili Gnosticism. The Chaldean Book of Numbers mengajarkan sebuah kosmologi tujuh lapis mirip dengan elektrik mistikisme Ismaili.
…adalah merupakan petunjuk penting yang menunjuk kepada gnosisi Ismaili sebagai sebuah sumber penting baik bagi Blavatsky maupun Gurdjieff. Henri Corbin’s dalam Cyclical Time and Ismaili Gnosis menjelaskan sebuah doktrin proses evolusi kosmik tujuh lipat, diulang kembali di dalam sebuah skema sejarah tujuh lipat, paralel dengan sebuah tujuh lipats jalan inisiasi untuk adept-ahli individu. Ini sepadan sekali dengan surat-surat Mahatma [dari Blavatsky] yang mengajarkan bahwa “tingkatan seorang Adept-ahli diinisiasi dengan lambang tujuh tahap dimana ia menemukan rahasia dari prinsip-prinsip tujuh lipat secara alami dan manusia membangunkan kekuatan-kekuatan yang tidak aktif.” Doktrin Kehidupan kembali – Resurrection – membutuhkan arti yang spesifik dalam gnosis Ismaili yang menghubungkannya kepada pengajaran Blavatsky. Setiap prinsip-prinsip tujuh dari individu adalah “dibangkitkan” dari pengaruh prinsip berikutnya yang lebih tinggi. HPB tujuh lipat menguraikan prinsip-prinsip manusia yang disuguhkan juga secara bervariasi seperti Chaldean, Tibet, dan Chaldeo-Tibet. Tetapi faktanya analogi sejarahnya yang terdekat adalah Ismaili. [ 22 ]
Ajaran Blavatsky juga mempengaruhi penentuan sebuah perkumpulan rahasia terkemuka yang dikenal sebagai the Golden Dawn, yang muncul ke luar karena kontak Afghani dengan pimpinan Egyptian Rite Freemasonry. Setelah bergerak di dalam tanah selama beberapa waktu, sampai tahun 1848, the “Year of Revolutions”, the Egyptian Rite of Freemasonry kemudian dihidupkan kembali kegiatannya di Paris dan dalam tahun 1856 juga didirikan di Mesir, Amerika, Romania dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 1872, ketika the Egyptian Rite yang dikenal sebagai the Ancient and Primitive Rite, the Grand Mastership dari ordo ini dijabat oleh John Yarker, yang

John Yarker

dilimpahkan kepadanya oleh Marconis de Negre. Yarker juga akrab dengan Blavatsky, bertemu di Inggris tahun 1878, dan menemuinya untuk merundingkan dengan Blavatsky mengenai sebuah inisiasi Masonic, meskipun terdapat upaya-upaya menyalahkan keterlibatannya dalam Freemasonry.
Di Paris, Yarker bertemu dengan Pascal Beverly Randolph, seorang okultis Africa-Amerika yang mengadakan perjalanan ke Mesir, dimana dia where he was supposedly initiated by a secret priestess of the Ismaili Muslims. Paschal Randolph was a noted medium, healer, occultist and author of his day, and also counted among his personal friends Bulwer-Lytton. Randolph’s Brotherhood of Eulis claimed descent from the Rosicrucian Order, by charter of the “Supreme Grand Lodge of France”, and taught spiritual healing, western occultism and principals of race regeneration through forms of sex magic. Through Randolph, Yarker passed on the tradition of the Hermetic Brotherhood of Luxor, that was reborn as the Hermitic Brotherhood of Light, a continuation of the Frates Lucis, or Asiatic Brethren.
Dalam tahun 1873, Carl Kellner, seorang rekan Randolph, salah seorang dari para pengikut okult yang berhubungan dengan Freemasonry Mesir, yang melakukan perjalanan ke Cairo pada waktu kegiatan al Afghani. Di Mesir untuk pertama kali bertemu dengan seorang muda misterius, menyandang nama Aia Aziz, juga dikenal sebagai Max Theon. Sebenarnya, Max Theon adalah anak dari pemimpin terakhir sekte Frankist, Rabbi Bimstein dari Warsawa, Polandia.

Max Theon

Max Theon melakukan perjalanan kemana-mana, dan di Cairo bekerja dengan Blavatsky, juga menjadi seorang murid Paulos Metamon, seorang “tukang sihir Coptic”. Paulos Metamon juga merupakan “Master” Blavatsky pertama, yang bertemu di Asia Minor dalam tahun 1848, kemudian bertemu lagi di Cairo dalam tahun 1870, dialah yang memperkenalkan Blavatsky kepada the Hermetic Brotherhood of Light. Yang menarik adalah, kosmologi tujuh lipat Ismailisme ternyat sudah terbiasa bagi Theon dan Blavatsky. Dalam tahun 1873, Metamon menyerahkan the Grand Mastership kepada Aziz, yang menggunakan nama Max Theon, kemudian pindah ke Inggris untuk menyebarluaskan ordo yang sama.
Adalah Carl Kellner dan Thoedore Reuss, anggota lainnya dari Bulwer-Lyttons’ Societas Rosicruciana di Anglia, yang menggabungkan ritus Egyptian Rite Freemasonry, yang diizinkan kepada Reuss oleh John Yarker untuk membawa rahasia orang dalam dari the Hermetic Brotherhood of Luxor. Mengenai Kellner, Reuss menulis:
Selama melakukan perjalanannya yang sering dan ekstensif di Eropa, Amerika dan Timur Jauh, Bro. Kellner melakukan kontak dengan sebuah organisasi yang disebut The Hermetic Brotherhood of Light. Dorongan yang dia peroleh melalui hubungannya dengan wadah ini, juga kenyataan-kenyataan yang tidak bisa disebutkan disini, hingga menyebabkan Bro. Kellner’s berkeinginan untuk mendirikan sejenis Academia Masonica yang akan memungkinkan saudara seiman yang sedang mencari-cari dapat mengenal semua tingkat dan sistem Masonic yang ada. Dalam tahun 1895 Bro. Kellner mendiskusikan secara panjang lebar dengan Bro. Reuss di Berlin mengenai bagaimana gagasan ini dapat direalisasikan.. Sewaktu dalam pembicaraan dengan Bro. Reuss ia tidak menyetujui usul mengenai nama Academia Masonica dengan memberikan alasan -alasan termasuk dokumentasi, menyarankan untuk memakai nama Oriental Templars. Namun pada waktu itu, yakni dalam tahun 1895 perundingan-perundingan ini tidak membawa hasil yang positif karena Bro. Reuss kemudian disibukkan dengan menggiatkan kembali Ordo Illuminati dan Bro. Kellner tidak bersimpati terhadap organisasi ini atau terhadap orang-orang yang aktif di dalamnya bersama-sama dengan Bro. Kellner. [ 23 ]
Adalah John Yarker yang diduga menyiapkan sebuah piagam untuk mendirikan the Ordo Templi Orientis, atau O.T.O., yang dipengaruhi oleh Reuss, yang berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi-tradisi dari the Ancient Mysteries, the Knights Templars, the Freemasons, Rosicrucians dan the Illuminati. Ordo Templi Orientis berarti “Order of Eastern Templars”, yang mengacu kepada the Johannite myth dari Sabian atau pengaruh Ismaili. Lingkaran dalam okult the O.T.O. akan di atur paralel dengan tingkat tertinggi dari Egyptian Rite Masonry, dan doktrin-doktrin esoterik Rosicrucian dari the H.B. of L.

Aleister Crowley

Ketua O.T.O., Reuss, kemudian digantikan oleh Aleister Crowley yang terkenal karena kejahatannya. Aleister Crowley menyandang gelar tingkat ke-33 Mason dari the Scottish Rite, juga seorang anggota dari the Isis-Urania Temple of Hermetic Students of the Golden Dawn. Disingkat menjadi The Golden Dawn, ordo ini didirikan dalam tahun 1888, oleh Bulwer-Lytton, seorang Masons dan anggota dari the Societas Rosicruciana di Anglia. Kult Isis ini dibentuk sekitar tahun 1877 yang diorganisir berdasarkan naskah Isis Unveiled karya Helena Blavatsky. Anggota-anggota The Order of the Golden Dawn diantaranya termasuk William Butler Yeats, Maude Gonne, istri Oscar Wilde, dan Arthur Edward Waite. The Golden Dawn pada waktu itu dipimpin oleh McGreggor Mathers, yang melacak spiritual leluhur ordonya sampai kepada ordo the Rosicrucians, dan dari sana, melalui Kabbalah sampai ke Mesir Kuno. Dan sewaktu di Mesir dalam tahun 1904, dimana Crowley melakukan kontak dengan wujud makhluk bernama Aiwass, yang mendiktekan kepadanya untuk isi bukunya yang kemudian diberi judul Book of the Law, berisi a.l. semboyan terkenal dari okultisme modern, “Do what thou wilt shall be the whole of the Law.”
The Salafi
Setelah Afghani meninggalkan Mesir, muridnya, Mohammed Abduh, dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan ditunjuk sebagai the chief editor publikasi resmi pemerintah Mesir yang dikontrol Inggris, the Journal Officiel. Bekerja dibawah Abduh seorang temannya anggota Freemason, Saad Zaghul, yang kemudian mendirikan Partai Nasionalis Wafd. Dalam tahun 1883, Abduh bergabung dengan Afghani di Paris, dan kemudian pergi ke London, di sana ia mengajar di Oxford dan Cambridge, serta berkonsultasi dengan pejabat-pejabat Inggris mengenai krisis di Sudan melawan Mahdi.

Mohammed Abduh

Di Paris dan London, Abduh membantu Afghani dalam mengatur jurnal berbahasa Perancis dan bahasa Arab di Paris, yang disebut Al Urwah al Wuthkah, atau the “Indissoluble Bond”, juga sebuah nama organisasi rahasia yang dia dirikan dalam tahun 1883. Diantara anggota-anggota Afghani di Paris adalah orang-orang Mesir, Turki, India, Siria, Afrika Utara dan banyak juga mereka yang beragama Kristen serta Yahudi, dan Bahai Persia, yang diusir dari Timur Tengah.
Ketika Perancis menekan Al-Murwah al-Wuthkah, Abduh mengadakan perjalanan ke seluruh negara-negara Arab selama beberapa tahun, dibawah berbagai penyamaran, terutama di Tunis, Beirut, dan Siria. Di setiap kota, dia mencoba merekrut orang-orang untuk menjadi anggota perkumpulan rahasia fundamentalisme Afghani. [ 24 ]
Seperti gurunya, Abduh bergabung dengan gerakan Bahai yang sudah berupaya dengan hati-hati dalam menyebarkan kepercayaannya ke Mesir. Bahai mulai didirikan di Alexandria dan Cairo dalam tahun 1860. Abduh bertemu dengan Abdul Baha ketika dia mengajar di Beirut, dan keduanya mulai bercengkrama dengan sangat bersahabat, dan keduanya menyetujui falsafah sebuah agama dunia – one-world-religion philosophy. [ 25 ] Memuji keutamaan Abdul Baha dalam ilmu agama dan diplomasi, Abduh mengatakannya bahwa “[dia] lebih dari itu. Sesungguhnya ia seorang besar, dialah orangnya yang patut mendapatkan nama kehormatan yang diterapkan kepadanya.”[26]
Abduh dikenal dengan pandangan reformasinya mengenai Islam. Akan tetapi, dalam How We Defended Orabi, A.M. Broadbent menyatakan bahwa, “Sheikh Abdu bukan seorang fanatik yang berbahaya atau seorang yang beragama dengan antusias, dia termasuk orang yang paling luas pemikirannya dalam Islam, berpegang kepada sebuah keyakinan politik serupa dengan republikanisme murni, dan seorang Master of a Masonic Lodge yang bersemangat.” [ 27 ] Seperti pengikut Ismaili sebelumnya, dia akan meningkatkan murid-muridnya secara progresif masuk jauh ke dalam derajat bid’ah. Kepada initiates yang lebih tinggi, dia akan mengungkapkan doktrin-doktrin the Scottish Rite dan falsafah one-world government – satu-agama-dunia. Meskipun demikian, kepada mereka yang Abduh anggap lebih bersedia, dia akan memperkenalkannya sebagai seorang pejabat intelijen Inggris dari London. [ 28 ]
Dari tahun 1888, sampai dengan kematiannya dalam tahun 1905, Abduh secara tetap berkunjung ke rumah kediaman dan kantor Lord Cromer. Dalam tahun 1892, dia ditunjuk untuk melaksanakan administrasi Komite Mesjid dan Universitas Al Azhar, lembaga pendidikan Islam paling bergengsi, dan universitas tertua di dunia. Dari jabatan tersebut dan karena reputasi Al Azhar, dia mengatur keseluruhan sistem Islam di Mesir dan banyak dari dunia Islam juga.

Rashid Rida

Dalam tahun 1899, Lord Cromer, mengangkat Abduh sebagai Mufti Besar Mesir. Abduh sekarang kepala otoritas hukum Islam, juga sebagai the Masonic Grand Master of the United Lodge of Egypt. Lord Cromer adalah seorang anggota penting dari keluarga perbankan England’s Baring, yang menjadi kaya raya dari hasil perdagangan opium di India dan Cina. Motif Lord Cramer menjadikan Abduh sebagai yang paling berkuasa dalam semua urusan mengenai Islam adalah untuk merubah hukum Islam yang melarang bunga bank, Abduh kemudian mengupayakan sebuah penafsiran Qur’an, untuk menciptakan jalan yang diperlukan untuk memberikan kebebasan kepada bank-bank Inggris berkuasa di Mesir. Mengenai Abduh, Lord Cromer menceriterakan, “Saya curiga teman saya Abduh dalam realitasnya seorang agnostic – orang yang tidak peduli adanya Tuhan – I suspect my friend Abduh was in reality an agnostic,” dan dia mengatakan gerakan reformasi Salafi yang dipimpin Abduh, bahwa “Mereka adalah sekutu alamiah dari reformer Eropa They are the natural allies of the European reformer.” [ 29 ]
Gerakan Salafi kemudian bersekutu dengan Wahhabi dari Saudi Arabia, melalui anggota Freemason, Mohammed Rashid Rida, yang setelah kematian Afghani dalam tahun 1897, dan Abduh dalam tahun 1905, menjabat pemimpin Salafi, Rida menjadi anggota the Indissoluble Bond pada usia muda. Dia dipromosikan Afghani melalui perkumpulan Masonic dengan membaca Al-Urwah al Wuthkah, yang kemudian dia mengakui sangat besar pengaruhnya dalam kehidupannya. Rida tidak bertemu Afghani, tetapi pada tahun 1897, dia pergi ke Mesir untuk belajar bersama Mohammed Abduh. Meskipun Rida tidak berbagi menggagas opini mengenai gerakan Bahai, hanya karena melalui pengaruhnya saja gerakan Salafi menjadi kuat bersekutu dengan Negara Saudi Arabia.
Footnotes:
[1] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 113. [ pdf ]
[2] Hansard’s Parliamentary Debates , quoted from Paul A. Fisher, Their God is the Devil , pp. 18-19.
[3] Ruggiu, Jean-Pascal. ” Rosicrucian Alchemy and the Hermetic Order of the Golden Dawn “.
[4] Dreyfuss, Hostage to Khomeini . p. 118.
[5] Ibid . p. 123 and 121.
[6] Ibid . p. 118.
[7] Nikki Keddie, Sayyid Jamal ad-Din “al Afghani”: A Political Biography , Berkeley, CA: University of California Press, (1927) p. 87
[8] David Hughes, Davidic Dynasty .
[9] Nikki Keddie, Sayyid Jamal ad-Din “al Afghani”: A Political Biography p. 116.
[10] Ibid . p. 87.
[11] Ibid . p. 91.
[12] Ibid .
[13] Ibid . p. 45.
[14 North West Province Special Branch, 29 August 189. quoted from Momen, Moojan, ” Jamal Effendi and the early spread of the Bahai Faith in Asia “, Bahai Studies Review, Volume 8, 1998.
[15] (C.S.B.) Report of D.E. McCracken , dated 14 August 1897, in file Foreign: Secret E, Sept. 1898, no. 100, pp. 13-14; national archives of the government of India, New Delhi.
[16] Raafat, Samir. ” Freemasonry in Egypt: Is it still around? ” Insight Magazine, March 1, 1999.
[17] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 122.
[18] Ibid . p. 122.
[19] 1941: Iraq and the Illuminati .
[20] Manly P. Hall (33rd degree mason), “The Phoenix, An Illustrated Review of Occultism and Philosophy”, 1960 The Philosophical Research Society , p. 122
[21] p. 280
[22] The Masters Revealed , p. 146.
[23] Howe, Ellic, Theodor Reuss: Irregular Freemasonry in Germany, 1900-23, 16 February 1978; Grand Lodge of BC and Yukon, Ars Quatuor Coronatorum , ” Theodor Reuss: Irregular Freemasonry in Germany, 1900-23 “.
[24] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 136.
[25] Ibid. p. 279.
[26] Cole, Juan R. I. ” Rashid Rida on the Bahai Faith: A Utilitarian Theory of the Spread of Religions “, Arab Studies Quarterly 5, 3 (Summer 1983): 278.
[27] Raafat, Samir. ” Freemasonry in Egypt: Is it still around? ” Insight Magazine, March 1, 1999.
[28] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 136.
[29] Goodgame, Peter. The Muslim Brotherhood: The Globalists’ Secret Weapon .
Terjemahan tulisan di atas dan dimuat di  situs AkhirZaman atas izin penulis David Livingstone
yang merupakan ringkasan dari  buku “Terrorism and the Illuminati – A Three Thousand Year History, hal 161-172
edisi internet dapat dilihat di : http://www.terrorism-illuminati.com/book/toc.html

Disalin dari sumber : http://www.akhirzaman.info/

Advertisements

Architectural Collosus

Posted in New World Order, Secret Societies, USA with tags , , , , , , , , , on December 7, 2008 by indonesiaunderground

The Illuminati preparing the earth for coming dragons of wisdom

by Texe Marrs

“A symbol veils or hides a secret, and it is that which veils mysterious forces. These energies when released can have a potent effect.”

—Foster Bailey, 33°
The Spirit of Masonry

Wasn’t it fascinating that Senator Barack Obama’s acceptance speech at the Democrat Party’s National Convention in Denver was delivered from a raised podium in the midst of an elaborate, columned stage resembling an ancient Greek temple? What exactly was the meaning behind this Grecian symbolism? Did it have any connection to the many Greek temples found throughout America, designed and built by Illuminati builders and architects?

Take, for example, Nashville, Tennessee’s fabulous Parthenon, recreated on the exact model of the famous Greek temple of the goddess Athena, now in ruins on the Acropolis in Athens. Or consider the New York Stock Exchange building on Wall Street, yet another Greek temple which comes complete with ornate Corinthian columns and a sculpture in stone of the Great Goddess outstretching her arms to embrace the masses.

These architectural edifices do, indeed, embody mysterious and potent spiritual forces. What’s more, in their symbology is incorporated a mysterious Grand Design. Manley P. Hall, 33°, in his revealing volume, The Secret Destiny of America, writes that this Grand Design will eventually result in the “illumination” of a small cadre of superior godlike human elite and the regeneration on planet earth of a long-lost Golden Age of prosperity and perfection. Architecture, says Hall, is “the chosen instrument of the Grand Design.”

We further learn from studying occult and Masonic texts that the Illuminati builders and architects hold to the belief that their occultly-designed, symbolical monuments, buildings, and statues are intended to serve as a habitat for strange cosmological gods and entities expected to arrive on planet earth at an appointed future time of destiny.

In my groundbreaking video, Planet X: Red Star on A Collision Course With Earth, I examine this odd ancient belief system which prevails among the world’s elite. I reveal, for example, how Freemasonry’s highest initiates are convinced that powerful, divine spirit entities, led by a dark, serpent or dragon warrior-lord leader are expected to arrive from the dog-star Sirius. Amazingly, this Masonic legend seems to be a fulfillment of Revelation 9:11 which speaks of 200 million devils being unleashed from the Pit in the last days. Their leader is identified as a demonic entity named Abaddon, or Apollyon.

In sum, the Architectural Colossus now exploding across the face of planet earth is to serve as the headquarters, habitat, and kingdom of devils! The Illuminati are merely an advance corps of front men. They are visionary builders of palaces uniquely fit for habitation by their potentate, the Prince of the Power of the Air, and his legions of spiritual intelligences (demons).

The arrival on earth of this serpent or dragon leader from his starry abode is to be celebrated by a sacrificial Death Festival, a momentous age of war, famine, and devastation of humanity during which some six billion humans are slain. There will be blood. The earth shall be baptized in it. That, too, is discovered in the Grand Design—mass sacrifice, capped by a supposedly glorious new Grecian Golden Age of rule by the spiritual “Giants” (see Genesis 6).

I encourage each of you to obtain my latest video just released, entitled Architectural Colossus: Mysterious Monuments Enshroud the World With Magic and Seduction . This video, along with my earlier Planet X video documentary and the CD/audiotape report, The Secret Doctrine Behind Planet X—Return of the Serpents of Wisdom, carefully lays out this sinister doctrine and plan of the Illuminati elite and its secret societies.

The scriptures tell us that virtually every person on earth will fall prey to this inhuman plot. Having rejected the Truth that can set men free, most will, instead, believe the Lie and be damned. They will not escape the Strong Delusion to come upon the whole world (II Thessalonians 2).

Top Left: The secret doctrine of Masonic and occult philosophies teaches that their Messiah-King (Lucifer) shall come from Sirius, the dog star. Above: Wall Street’s New York Stock Exchange building honors the ancient goddess.

Left: The backdrop of Barack Obama’s acceptance speech at the Democratic National Convention was modeled after an ancient greek temple.

You and I, however, can know what is coming and prepare. The Word of God provides the way. My videos merely reflect the magnificence of God’s prophetic Word while exposing the Adversary’s foul plan, a plan foretold long ago:

“And they worshipped the dragon which gave power unto the beast: and they worshipped the beast, saying, Who is like unto the beast? Who is able to make war with him?…If any man have an ear, let him hear. He that leadeth into captivity shall go into captivity…” (Revelation 13: 4, 9, 10)

Source : http://www.conspiracyworld.com/

The Curse of the Illuminati?

Posted in Israel, Secret Societies, USA with tags , , , , , , , , on December 7, 2008 by indonesiaunderground

by Texe Marrs

“Then he said unto me, Hast thou seen this, O son of Man? Is it a light thing to the house of Judah that they commit the abominations which they commit here? for they have filled the land with violence, and have returned to provoke me to anger…

Therefore will I also deal in fury: mine eye shall not spare, neither will I have pity: and though they cry in mine ears with a loud voice, yet will I not hear them.”

Ezekiel 8:17-18

Has an Illuminati curse fallen on America? Is this God’s punishment for America’s citizens blessing the nation of Israel, a nation made up of people who despise Jesus Christ, the Son of God?

No nation on Earth has done more for Israel than the United States of America. It was America’s President Harry S. Truman, a 33rd degree Freemason, who, in 1948, endorsed the proposal for a nation-state for the Jews to be founded in the Middle East. It was also the U.S.A., under Truman, that was the first country in the world to recognize Israel as an independent nation and sponsor its membership in the United Nations.

Since 1948, United States Presidents and Administrations have favored the theocratic, rabbinical State of Israel among all the nations. We have showered the Jewish State with hundreds of billions of dollars in foreign aid, which they never paid back, and we have armed Israel to the teeth with fighter planes, missiles, tanks, and other military hardware. This year alone, the Bush Administration announced it was giving $30 billion more in military aid to Israel. Our leaders even looked the other way when Israeli spies stole America’s most precious military secrets, including the atomic bomb.

That’s not all. The United States has consistently used its diplomatic muscle to shield the Jewish thugs in Tel Aviv and Jerusalem from any accountability for their crimes and genocide against the Palestinians, the Lebanese, and other Arab peoples. We also regularly use our veto power at the UN to knock down attempts by that world body to bring Israel to justice for its growing list of murders and global acts of terrorism, as well as the Jews’ blatant Zionist racism policies.

Paul Crouch, head of America’s largest Christian television network, is an ardent supporter of Israel and the Zionist agenda. He was outed by the Orange County Register newspaper for paying $425,000 in hush money to a homosexual lover. Like many other Christian evangelicals, Crouch is a global laughing stock. Is God blessing America by putting this reprobate at the helm of America’s largest Christian television network?

Christian Evangelicals Endorse Wicked Nation of Israel

Christian evangelicals have flexed their political biceps repeatedly, causing Congress and the White House to bend to Israel’s corrupt foreign aggression and racist conduct. Christian evangelicals, under the leadership of Zionist zealots like Pastor John Hagee, prophecy teacher Hal Lindsey, psychologist James Dobson, the late Reverend Jerry Falwell, prosperity preacher Joyce Meyer, and TV evangelists Paul Crouch and Pat Robertson, actually believe—and teach—that whoever blesses Israel, God will bless, and whoever curses Israel, God will curse. This teaching, they say, requires Christians—indeed, the U.S.A. itself—to refrain from any and all criticism of Israel and the Jews.

Moreover, they claim that America is obligated by God to bless Israel and its people with scads of money, the blood of our young men and women in uniform, and anything else required or desired by the Jews. Remember, they insist, if America blesses Israel, God will bless America.

But what if America “blesses” Israel and instead of blessing America, an angry, unhappy God sends a multitude of evil America’s way? Indeed, if that happens, will it not be the case that the Christian evangelicals have all along been dead wrong about this, that they have misread the Bible? What if—think about it—God decides to punish America for helping the corrupt, criminal, antichrist nation of Israel and heaps misfortune after misfortune on America’s head?

Sixteen Ways God is Cursing America for Blessing A Corrupt Israel

Mainly to further the Israeli agenda, the United States is embroiled in two foreign wars, in Iraq and Afghanistan. As a result, flag-draped coffins of slain U.S. military personnel are regularly brought home by transport aircraft. Is this an example of how much God is blessing America for its support of Israel and the Jewish Zionist Agenda?

Well, the fact is that America is the world’s greatest benefactor and blesser of Israel. We bless the Jews in countless ways, and yet, consider the many curses that America is now suffering:

  1. America is now suffering a staggering economic collapse; with banks and corporations failing, prices skyrocketing, real estate being dumped, jobs being lost, the whole bit. Our federal deficit and national debt are staggering.
  2. America is riddled with narcotics, meth, and other illegal drugs.
  3. America is saturated to the hilt with pornography and blasphemy against God.
  4. America’s political leaders consistently lie, cheat, fornicate, kill and otherwise disgrace our once, great country.
  5. The whole world thinks of the United States as a rogue, warmongering nation led at the top by a moron, George W. Bush.
  6. The United States is now engaged in two foreign wars simultaneously. Over 4,000 of our young people have been slain and tens of thousands maimed with limbs torn off by roadside bombs in far-off Iraq. Thousands more are casualties of the Afghanistan conflict, a war we are losing to the dreaded Taliban. And our crazy, bamboozled leaders, manipulated by the powerful Jewish lobby (ADL, AIPAC, AJC, etc.) are hankering to plunge headlong into yet a third war—against Iran.
  7. America is suffering an illegal alien invasion. Some 20 to 40 million illegals are inside our nonexistent borders—no one really knows the real number, but it’s huge. Their care and welfare is costing us tens of billions per year, and the illegal aliens are taking millions of jobs away from unemployed and desperate American workers.
  8. Our Christian TV evangelists—men like Joel Osteen, Kenneth Copeland, and Paul Crouch—push positive thinking, feel good theology, and a smorgasboard of other nonsense.
  9. Our nation’s warped children are showing sick effects of having imbibed too much “gangsta” rap and heavy metal rock music and watching too much sorcery and occult TV cartoons. Many youngsters are on Prozac, Ritalin, and other mind-altering drugs.
  10. Our nation’s teenagers and even many adults idolize and want to be just like their decadent idols—Madonna, Lindsay Lohan, Paris Hilton, Britney Spears and the rest of the Motley Crew of Hollywood. Oh yes, there’s also Whoopi Goldberg, Rosie O’Donnell, and similar cretans—all of whom are adored, admired, and paid fabulously for their vulgar, profane jokes, blasphemous conduct, etc.
  11. Crime waves roar not only in American cities, but in small town America. Rapes, murders, kids killing parents, parents killing kids, car jacking, the list goes on and on. Lock your doors, folks, the bad guys are now breaking down doors to rob suburban dwellers, too.
  12. The police in America are corrupt, abusive, and often incompetent. Call 911 in many locales and nothing happens. But get on someone’s blacklist and a black-uniformed, masked police Swat Team may just show up at your residence, ready to slay your pets, frighten your kids into tears, and take you and the Missus off to jail. Then, they discover, “Whoops, wrong house.”
  13. Virtually every merchant, every appliance repairman, every auto mechanic in America has become a shyster, ripping consumers off. Identity theft is commonplace.
  14. Bribes and pay-offs are now S.O.P. for city officials and politicians, from lowly city councilmen to the halls of Congress.
  15. America is rapidly becoming a Police State, as our liberty and constitutional rights are systematically stripped from us, and Big Brother’s high-tech spy apparatus bears down on citizens more each day.
  16. We have just handily elected as President a man, Barack Obama, who endorses both gay marriage and the horrors of partial-birth abortion.

Black-uniformed, masked police are becoming commonplace in America. Big Brother’s apparatus is bearing down on law-abiding citizens more and more everyday. Is this because America is “blessing” Zionist Israel?

Source : http://www.conspiracyworld.com/

Pesan Khusus Harun Yahya Untuk Indonesia

Posted in Indonesia with tags , , , , , , , , on November 28, 2008 by indonesiaunderground

Saduran dari hidayatullah.com

Perselisihan yang sengaja dimunculkan di antara rakyat Indonesia dapat diatasi melalui kegiatan intelektual dan budaya, demikian menurut Harun Yahya

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

Oleh: Harun Yahya

Pemerintahan Indonesia mewakili sebuah negeri Muslim taat yang menghargai Islam dan memahami serta menerapkan nilai-nilai ajaran mulianya. Sungguh jelas bahwa kepala negara Indonesia dan rakyatnya berbagi nilai-nilai kebaikan yang sama dan memiliki penghargaan istimewa terhadap Islam, dan karenanya merupakan bangsa yang terpuji.

Persengketaan dan perpecahan yang secara khusus ditujukan terhadap masyarakat yang menaati dan menghargai Islam adalah buah dari kekacauan, teror dan rasa permusuhan yang sengaja dibuat oleh pola pikir materialis dan Darwinis agar timbul di dalam masyarakat. Sebagaimana yang terjadi di mana pun di dunia ini, kekuatan berpaham Darwinis, Marxis dan ateis ini mengira bahwa mereka dapat mengadu domba saudara-saudari kita sesama Muslim yang tulus di Indonesia agar saling baku hantam melalui perselisihan dan tipu daya. Mereka berupaya menanamkan kemarahan dan kekerasan di antara kaum Muslim dengan menimbulkan persengketaan yang sengaja dibuat.

harunDi sebuah negeri yang dihuni oleh orang-orang saleh yang menghormati Islam, segala bentuk pemberontakan yang sengaja dimunculkan melawan negara yang dipicu akibat pengaruh kekuatan-kekuatan ini beserta pola pikir Darwinis, Marxis dan ateis mereka akan melukai kedua belah pihak dan menyebabkan timbulnya peperangan yang tidak perlu. Untuk menghindari dan menghapuskan hasutan kekuatan Darwinis, materialis ini yang tujuannya adalah merusak persatuan dan kesatuan negara serta memecah belah bangsa mereka melalui separatisme, dan mempertahankan agar kedamaian, kesejahteraan dan keamanan meliputi negeri itu, masyarakat wajib dididik untuk memerangi pola pikir Darwinisme, materialisme, Marxisme dan Leninisme, ateisme, Zionisme ateis, Freemasonry dan imperialisme. Pendidikan intelektual dan budaya seperti itu sama sekali tidak bisa diabaikan.

Itulah mengapa sedemikian penting untuk mendorong rakyat Indonesia menyebarkan nilai-nilai ajaran yang baik dan mengembangkan kegiatan-kegiatan bersifat budaya dalam rangka menghapus makar Darwinis dan ateis terhadap negeri-negeri Muslim. Caranya bisa memanfaatkan sarana teknologi dalam rangka menjelaskan kepada masyarakat bahwa pola pikir Darwinis bertumpu pada landasan berpijak yang keliru dan rapuh.

Islam dan Al-Quran dapat dijelaskan ke lebih banyak orang, beserta seruan agar menjalankan nilai-nilai akhlak baik, melalui penyampaian tulisan dan lisan dan dengan membuat situs-situs internet baru.

Melalui cara ini, orang semakin mampu mengokohkan rasa cinta kepada Allah dalam hati mereka dan dengan demikian memperlakukan satu sama lain dengan rasa kasih sayang dan tenggang rasa.

Mereka dapat dididik untuk mencegah malapetaka akibat Darwinisme serta semua persengketaan dan keruntuhan akhlak yang ditimbulkannya. Sekali mereka telah mengenal keindahan nilai-nilai akhlak Islami, mereka akan lebih mencintai satu sama lain. Ketika tabiat kebohongan Darwinisme dan materialisme diungkap dan dijelaskan kepada mereka, maka sirnalah pembenaran akal bagi permusuhan dan perselisihan yang sengaja dimunculkan; kekacauan dan perselisihan akan kehilangan semua maknanya dan mulai tampak sama sekali tidak masuk akal. Persengketaan yang sengaja dibuat pasti mustahil muncul dalam lingkungan seperti itu.

Dunia Islam memerlukan persatuan dan kesatuan, persahabatan, kedamaian dan akhlak mulia yang dikehendaki oleh nilai-nilai ajaran Islam. Dengan mewujudkan hal ini melalui kegiatan intelektual dan budaya, masyarakat Indonesia dapat memimpin gerakan penting ini dan menjadi teladan sangat baik bagi dunia selebihnya.

Harun Yahya adalah penulis “Atlas Penciptaan” dikenal sebagai tokoh pembongkar teori evolusi.  Tulisan ini dikirim untuk http://www.hidayatullah.com

Apa itu Illuminati?

Posted in Secret Societies with tags , , on September 8, 2008 by indonesiaunderground
Adam Weishaupt

Adam Weishaupt

Illuminati adalah sebuah persaudaraan kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang walaupun tidak ada bukti – bukti nyata keberadaan persaudaraan ini sampai saat ini. Illuminati berarti Pencerahan Baru. Para penganut Illuminati disebut Illuminatus yang berarti Yang Tercerahkan. Illuminati sebelumnya bernama Perfectibilists didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Ingolstadt, memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit yang lalu menjadi seorang pendeta Katolik dan selanjutnya mengorganisasi House of Rothschild. Illuminatus adalah orang – orang yang mencari jawaban apa yang disebut agama sebagai misteri Tuhan. Menurut mereka dengan ilmu pengetahuan tidak ada lagi misteri Tuhan, semua ada jawabannya. Salah seorang Illuminatus yang terkenal adalah Galilei Galileo seorang ahli antropologi yang terpaksa harus dihukum rumah seumur hidup oleh gereja akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta yang bukan bumi adalah matahari. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja karena secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan pusat kehidupan di planet lain. Sejak saat itu illuminatus diburu oleh para kaum gereja. Mereka diburu dan diberi stamp salib didada mereka baru kemudian dibunuh. Illuminati kemudian bergerak dari bawah tanah sebagai sebuah kelompok rahasia yang paling dicari oleh gereja. Para illuminatus yang melarikan diri kemudian bertemu dengan kelompok rahasia lainnya yaitu kelompok ahli batu yang bernama Freemasonry atau lebih sering disebut sebagai kelompok Mason.

Adam Weishaupt

Adam Weishaupt

Sejak bergabung dengan kelompok Freemasonry, illuminati menjadi semakin kuat karena dibantu oleh jaringan kelompok Freemasonry yang sepertinya tidak menyadari telah dijadikan alat transportasi aman oleh illuminati. Illuminati terus diburu oleh gereja. Mereka dicap sebagai penganut paham Luciferian Conspiracy. Lucifer sering dikaitkan dengan setan. Sehingga illuminati juga disebut sebagai kelompok saithan. Sebutan ini menjadi asal kata satan dalam bahasa Inggris yang berarti setan. Walaupun demikian mereka bukanlah pemuja setan, hal tersebut hanya propaganda gereja kepada Illuminati agar mereka semakin diyakini sebagai musuh masyarakat.

Sejak 1782 gerakan Illuminati menyebar dari Denmark sampai ke Portugal, bahkan lebih jauh lagi. Orang-orang Inggris yang terilluminasi bergabung dengan orang-orang Amerika membangun Loji Columbia di kota New York pada tahun yang sama. Seorang bangsawan muda Rusia, Alexander Radischev, bergabung di Leipzieg, dan menyebarkan doktrinnya ke kampung halamannya di St. Petersburg. Di Lisabon seorang penyair bernama Claudio Manuel da Costa menjadi anggota, dan ketika hijrah ke Brazil ia mendirikan sebuah cabang dengan dibantu dua orang dokter dari Ouro Preto, Domingos Vidal Barbarosa dan Jose Alvares Maciel. Pada tahun 1788 trio ini melancarkan pemberontakan Illuminati yang pertama, Inconfidencia Mineira, tetapi pemberontakan itu ditumpas ketika baru saja berputik oleh raja muda Marquis de Barbacena.

Johann Adam Weishaupt (Ingolstadt, 6 Februari 1748 – Gotha, 18 November 1830) adalah seorang Jerman, pendiri Ordo Illuminati. Walaupun dibesarkan di lingkungan Yesuit, pada akhirnya ia menyimpang dari ajaran ordo tersebut dan pada 1 Mei 1776, dengan bantuan Adolph Freiherr Knigge, ia mendirikan suatu ordo baru “Order of Perfectibilists” yang selanjutnya dikenal dengan nama Illuminati. Ordo ini memiliki misi untuk menghapuskan semua pemerintahan monarki dan agama. Adam Weishaupt adalah sosok manusia yang paling dikenal di kalangan zionis dan freemason. Tidak ada revolusi apa pun pada abad ini kecuali dihubungkan dengan nama dan cita-citanya. Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik Rusia; selalu berakhir pada mata rantai pemikiran dan strategi brilian dari pemikirannya.

Pada awalnya, dia adalah seorang pastor Katolik yang kemudian membelot menjadi pelopor yang paling gigih dalam menentang agama Kristen serta agama lainnya. Gerakan rahasia Iluminati berkembang dengan jaringan yang “menggurita” dikarenakan dukungan dari keluarga Rothchild. Meyer Amschel Rothchild (1743-1812) merupakan tokoh perbankan yang sangat dominan di Jerman dan disebut sebagai dinasti, karena keturunannya memegang jaringan kerajaan dunia perbankan di Eropa dengan ambisi- ambisinya untuk menguasai perekonomian dunia. Salah satu ucapan Rothchild yang terkenal adalah:

“Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa (give me control over a nations economic, and I don’t care who writes its laws).”

Motto Rothchild ini memberikan kekuatan serta dorongan seluruh anggota Iluminati untuk tidak melewatkan segala aspek yang menggiring mereka pada diktator ekonomi yang mampu menguasai dan mengendalikan pemerintahan di pelosok dunia. Bahkan, salah satu Presiden Amerika ke-20, yaitu [[James Abram Garfield]] yang juga anggota Iluminati berkata:

“Barangsiapa mengendalikan uang atau perekonomian suatu bangsa, maka ia akan menguasai bangsa tersebut (whomever that control the money or economic of nation, they would control the nation too).”

Adam Weishaupt juga seorang Jesuit, profesor di bidang hukum dan mengajar di Universitas Ingoldstadt, Bavaria, Jerman, sampai tahun 1770. Kekecewaan dirinya terhadap dogma-dogma Kristen Katolik menyebabkan dirinya keluar dari jabatannya sebagai pastor dan mulai mengabdikan diri pada gerakan zionis untuk mendirikan satu pemerintahan dunia (one world government) yang dipercaya akan menegakkan martabat manusia dengan menghapuskan agama di muka bumi, kecuali paham setan (abolition of all religion, except satanism).

Jabatannya sebagai pastor dan Jesuit ditinggalkannya karena merasa bertentangan dengan pemikirannya yang bersifat kosmopolitan dan universalitas. Hal ini merupakan awal dari terbentuknya ordo Iluminasi. Dikatakan oleh Albert G. Mackey:

“Weishaupt yang berpandangan kosmopolitan yang mengetahui ajaran tahayul para pastor yang sewenang-wenang di bidang hukum, telah mendirikan partai oposisi di Universitas. Ini adalah awal rencana Iluminasi atau ‘penerangan’. (Weishaupt whose views were cosmopolitan and who new condemned the bigotry and supertision of the priest, established opposing party in the university. This is the beginning of the order of Illuminati or the enlightened).”

Setelah keluar dari gereja Katolik, gereja mengklaim dia mendirikan jaringan konspirasi baru yang disebut dengan Luciferian Conspiracy serta Gereja Setan (The Synagogue of Satan). Ditambahkan menurutnya, setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Setan sebagai makhluk telah mendapatkan pengampunan Tuhan dan sebagai bukti penebusannya setan ingin menyelamatkan manusia. Ajaran ini ditanamkan kepada para anggota Iluminasi bahwa paham Satanism merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global (Satanism is about the evolution of humanity and the promotion of freedom on individual and global scales). Banyak yang menganggap ini hanyalah propaganda gereja kepada kaum illuminasi

Selama lima tahun dia menyusun buku yang berjudul [[The Novus Ordo Seclorum]] yang berisi konsep-konsep, doktrin, serta teori tentang pemerintahan global. Buku tersebut selesai pada tanggal 1 Mei 1776. Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan Komunis di seluruh dunia. Menurut Myron Pagan, langkah-langkah strategis yang ditulis Weishaupt untuk mewujudkan ambisinya tersebut antara lain, sebagai berikut.

l. Iluminasi harus menguasai para pejabat tinggi pemerintahan dari beberapa tingkatan jabatan, bila perlu dilakukan cara-cara kotor dengan menyogok, baik dengan uang maupun perempuan. (Monetary and sex bribery was to used to obtain control of men already in high places in the various levels of all governments and other field of endeavor).

2. Iluminasi melakukan perekrutan terhadap aktivis mahasiswa yang potensial, yang mempunyai bakat dan dari keturunan yang unggul untuk dilatih sebagai anggata Iluminasi yang prospektif di masa depan. (The Illuminati who were on the faculty of colleges and universities were to cultivate students processing exceptional mental ability and who belong to well-bred families with international leanings and recommend them for special training in internationalism).

3. Mereka yang sudah terperangkap dalam jaringan Iluminasi, termasuk mahasiswa yang telah dilatih dan diberikan pengetahuan khusus tentang dunia internasional, serta cita-cita Iluminasi akan dijadikannya sebagai agen Iluminasi di beberapa negara dan ditempatkan sebagai staf ahli atau spesialis yang mendampingi pejabat kunci pemerintah. (All influential people who were trapped to come under the control of Illuminati, plus the students who had been specially educated and trained, were to be used as agents and placed behind the scenes of all governments as experts and specialist).

4. Iluminasi akan menguasai seluruh saluran media massa, baik media elektronik maupun cetak, memiliki dan mengontrolnya pemerintah sedemikian rupa sebagai satu-satunya solusi sehingga mampu membentuk opini publik. (They were to obtain absolute control of the press so that all news and information could be slanted to convince the masses that a one word government is the only solution to our many and varied problems. They were also to own and control all the national radio and TV channels).

source : wikipedia.org.

Illuminati Defector Details Pervasive Conspiracy

Posted in Conspiracy Theory with tags , , , , , , , , , on September 8, 2008 by indonesiaunderground

By Henry Makow Ph.D.

Prince William gives familiar Satanic signal If you detect the devil’s hand in current events, you may be closer to the truth than you think.

A woman who was raised in the Illuminati cult describes a powerful secret organization comprising one per cent of the U.S. population that has infiltrated all social institutions and is covertly preparing a military takeover. Her revelations cast the “war on terror” and “homeland security” in their true light.

“Svali” is the pseudonym of the woman, age 45, who was a mind “programmer” for the cult until 1996. She was the sixth head trainer in the San Diego branch and had 30 trainers reporting to her. She has risked her life to warn humanity of the Illuminati’s covert power and agenda.

She describes a sadistic Satanic cult led by the richest and most powerful people in the world. It is largely homosexual and pedophile, practises animal sacrifice and ritual murder. It works “hand in glove” with the CIA and Freemasonry. It is Aryan supremacist (German is spoken at the top) but welcomes Jewish apostates. It controls the world traffic in drugs, guns, pornography and prostitution. It may be the hand behind political assassination, and “terrorism,” including Sept. 11, the Maryland sniper and the Bali bomb blast.

It has infiltrated government on a local, state and national level; education and financial institutions; religion and the media. Based in Europe, it plans a “world order” that will make its earlier attempts, Nazism and Communism, look like picnics. One other detail: these people are not happy.

Svali’s courageous testimony explains why our children are no longer taught civic values, why they are being habituated to homosexuality and violence, and why our “culture” is descending into nihilism and sexual depravity. It raises the possibility that George W. Bush and his Administration are Illuminists and much of the world “elite” is engaged in a mind-boggling criminal conspiracy.

In March 2000, Svali began writing a monthly column for survivors of Illuminati ritual abuse at Suite101.com. In December 2000, H.J. Springer, the editor of CentrExNews,com contacted Svali and conducted an extended 18-part interview with her by email, which is reproduced on line and is copyrighted.

“I am convinced she is the real McCoy,” Springer wrote to me. “I have personally relayed numerous email messages to her from other members — ritually abused, brainwashed, raped, sexually abused people & you name it — some of them confirming to me her story. So I have absolutely no doubt that Svali has been part of the Illuminati since childhood.”

I also trust Svali’s testimony because it confirms my intuition and intensive research. Everything fits: from the dead hand that seems to suppress humanity to why Clinton gave secret technology to the Chinese, to persistent reports of concentration camps in the US. It explains why people I know behave in a conspiratorial way. I thank Svali for giving me a frightening but incredible key to understanding the world.

A friend urged me to beware of a hoax and offered to help confirm Svali’s personal story. I accepted. I invite you to read her entire testimony and make up your own mind. Read “Part One” to “Part 18” first, starting at the middle of the list and working up.

With their permission, here are some highlights of Svali’s correspondence with CentrExnews.com’s H.J. Springer. I have also included material from her article “Are the Illuminati Taking Over the World?”

Pervasive Presence

Svali: “The Illuminati are present in every major metropolitan centre in the United States. The Illuminati believe in controlling an area through its: banks and financial institutions (guess how many sit on banking boards? You’d be surprised) Local government: guess how many get elected to local city councils? Law: children are encouraged to go to law school and medical school. Media: others are encouraged to go to journalism school, and members help fund local papers.

Beliefs

Svali: “The Illuminati is a group that practices a form of faith known as “enlightenment”. It is Luciferian, and they teach their followers that their roots go back to the ancient mystery religions of Babylon, Egypt, and Celtic druidism. They have taken what they consider the “best” of each, the foundational practices, and joined them together into a strongly occult discipline. Many groups at the local level worship ancient deities such as “El”, “Baal”, and “Ashtarte”, as well as “Isis and Osiris” and “Set”…. I do know that these people teach and practice evil.”

Weishaupt

Svali: “Weishaupt did not create the Illuminati, they chose him as a figurehead and told him what to write about. The financiers, dating back to the bankers during the times of the Templar Knights who financed the early kings in Europe, created the Illuminati. Weishaupt was their “go fer”, who did their bidding.”

Military Takeover

Svali: “Briefly, each region of the United States has “nerve centres” or power bases for regional activity. The United States has been divided up into seven major geographical regions. Each region has localities within it that contain military compounds and bases that are hidden in remote, isolated areas or on large private estates.

These bases are used intermittently to teach and train generational Illuminati in military techniques, hand- to- hand combat, crowd control, use of arms, and all aspects of military warfare. Why? Because the Illuminists believe that our government, as we know it, as well as the governments of most nations around the world, are destined to collapse. These will be planned collapses, and they will occur in the following ways:

The Illuminati has planned first for a financial collapse that will make the great depression look like a picnic. This will occur through the manoeuvring of the great banks and financial institutions of the world, through stock manipulation, and interest rate changes. Most people will be indebted to the federal government through bank and credit card debt, etc. The governments will recall all debts immediately, but most people will be unable to pay and will be bankrupted. This will cause generalized financial panic, which will occur simultaneously worldwide, as the Illuminists firmly believe in controlling people through finances.

Doesn’t sound pleasant, does it? I don’t know the exact time frame for all of this, and wouldn’t want to even guess. The good news is that if a person is debt-free, owes nothing to the government or credit debt, and can live self sufficiently, they may do better than others. I would invest in gold, not stocks, if I had the income. Gold will once again be the world standard, and dollars will be pretty useless (remember after the Civil War? Our money will be worth about what confederate money was after the collapse).

Next there will be a military takeover, region by region, as the government declares a state of emergency and martial law. People will have panicked, there will be an anarchical state in most localities, and the government will justify its move as being necessary to control panicked citizens. The cult trained military leaders and people under their direction will use arms as well as crowd control techniques to implement this new state of affairs. …Military bases will be set up, in each locality (actually, they are already here, but are covert). In the next few years, they will go above ground and be revealed. Each locality will have regional bases and leaders to which they are accountable. The hierarchy will closely reflect the current covert hierarchy.

About five years ago, when I left the Illuminati, approximately 1% of the US population was either part of the Illuminati, sympathetic to it, or a victim of Mind Control (and therefore considered useable). While this may not sound like many, imagine 1% of the population highly trained in the use of armaments, crowd control, psychological and behavioral techniques, armed with weapons and linked to paramilitary groups.”

Leadership

Svali: “The national council [consists of] influential bankers with OLD money such as: The Rockefellers, the Mellon family, the Carnegie family, the Rothschild family etc. I know I shouldn’t name names, but I will.

The “Supreme World Council” is already set up as a prototype of the one that will rule when the NWO comes into being. It meets on a regular basis to discuss finances, direction, policy, etc. and to problem-solve difficulties that come up. Once again, these leaders are heads in the financial world, OLD banking money. The Rothschild family in England, and in France, have ruling seats. A descendant of the Hapsburg dynasty has a generational seat. A descendant of the ruling families of England and France have a generational seat. The Rockefeller family in the US holds a seat.

This is one reason that the Illuminati have been pretty “untouchable” over the years. The ruling members are very, very, very wealthy and powerful. I hope this information is helpful. How do I know this? I was on a local leadership council (a head trainer), but I talked to those on regional. Also, every Illuminati child is taught who their “leaders” are, and told to take an oath of allegiance to them and the “New Order to come”.”

Royalty

Svali: “The Illuminati leadership state that they are descended from royal bloodlines, as well as unbroken occult heritage.

See, there were two definitions of “royalty” used. Open royalty that is currently seen now, and “hidden royalty” of royal lineage and extreme occult power. Sometimes the two were concurrent, such as with the Prince of Wales.

I never thought of which country/line held the most power, since I was just a peon busily doing my job. But my understanding was: The Hanoverian / Hapsburg descendants rule in Germany over the Bruderheist. They are considered one of the strongest lines for occult as well. The British line is just under them, with the royal family. Definitely, they rule the UK branch under the Rothschilds in the occult realm, even though parliament rules the country openly.

In France, again, descendants of the royal families are also in power in the occult realm, but the French Rothschilds hold the reigns over all of them.”

Rank of the US

Svali: “The U.S. is considered lower, and younger, than the European branches. …Germany, France, and the UK form a triumvirate that rules in the European cult. The USSR is considered important, and has the strongest military groups. The USSR has been promised fourth position in the New World Order, BEFORE the role the U.S. would have, because the USSR has been more helpful and cooperative over the years with furthering the agenda.

The descendants of the former ruling families there are also involved in the occult leadership, along with the newer ones. There is no Marxism in the cult. China will be ranked after the USSR, then the U.S. But a lot of the current U.S. leadership will be in Europe when the change occurs, and many have homes there. They will be “changing nationalities” overnight, as it were. This is the little that I do remember. Wish I had been a better student of this stuff, but I was too busy trying to stay alive when I was in it.

Russia will be the military base and powerhouse of the group, since their military commanders (Illuminist) are considered the best in the world, and very, very disciplined. China, because of its roots in oriental occultism, and its large population, will also be considered a higher power than the US. But again, the real power will reside in Europe, according to what I was taught when part of the group.

The United Nations

Svali: “The UN was created early in this century in order to help overcome one of the biggest barriers to a one-world government …That barrier is the one of nationalism, or pride in one’s country. This is why it was NOT a popular concept when first introduced, it took years of country bashing in the media and the destruction of any sense of national pride by a (not so subtle) media campaign over the years.

The UN is a preparation, but it is not the real power in the world, and will be relatively unimportant when the NWO comes into being. The real councils will then step forward. But as a means of getting the general public to accept the idea of a “global community” and the “one world community” the UN is a stepping stone in their working towards the NWO.”

Israel

Svali: “The conflict in the Middle East is only to the advantage of the Illuminists. They HATE Israel, and hope one day to see it destroyed, and are biding their time. One of the olive branches offered by the UN when it takes over is that they will prevent war in the Middle East, and this will be greeted with joy by many.

At the same time, the Illuminati covertly supply guns and funds to BOTH sides to keep the conflict fuelled. They are very duplicitous people. They used to funnel guns through the USSR to Palestine, for example, in the name of promoting “friendliness” between the USSR and this state and other Arab nations. Then, the US Illuminists would help funnel guns to Israel, for the same reason.

These people love the game of chess, and see warfare between nations as creating an order out of chaos. The USSR is going to get stronger again. It has too strong a military both openly, and covertly (ALL Illuminati military trainers have visited Russia to learn from them) to sit quietly and quiesciently to the side. In the NWO, they will be stronger than us.”

Is the Illuminati a JEWISH conspiracy?

Svali: “Absolutely not. In fact, Hitler and his people (especially Himmler and Goebbels) were top Illuminists. The Illuminati are racist in the extreme, and as a child, I was forced to play “concentration camp” both on my farm in Virginia, and also in Europe in isolated camps in Germany.

The Jews historically fought against the occult (see Deuteronomy and the Old Testament for how God through the Jewish people tried to cleanse the land of the occult groups that were operating there, such as those who worshipped Baal, Ashtarte, and other Canaanite and Babylonian gods.

(from an email to Henry Makow) Yes, there are some very powerful Jewish people in this group. For instance, the Rothschild family literally runs the financial empire in Europe (and indirectly the States), and are a well-known Jewish family. I have also known people whose parents were Jewish diamond merchants in the group, and at every level. But to rise to power in the Illuminati, a Jewish person at night would be forced to renounce their faith, and to give their first allegiance to Lucifer and the beliefs of the Illuminati. In return for this betrayal, they believe that power (financial) and rewards come; and in one sense they do, but at too high a price (losing their eternal soul).

The nazi/concentration camp mentality is very strong, though, and I was told that Hitler, Himmler, Goebel, and others were high-ranking German members of the group (Himmler was higher than the other two), and Mengele their paid puppet as well, who later worked as a high trainer of the American branch between his periods of hiding in South America. They honestly believed that they were acting as agents of their ‘gods’ to exterminate the Jewish race, and I am so, so sorry that this group has enacted so many horrors on the earth (and so, so glad that I left it).

I hope this helps you. I have always wondered this, though, why some of the highest ranking financial families in the group (baron Rothschild of France is one of the 13 European lords, or “kings” that run the group in Europe, and sits on the World Council) are Jewish, yet the group espouses hatred of their own race.”

ARE THEY RACIST?

Svali: “Lots of Illuminists have Fourth Reich programming inside. The Illuminati are racist, and have a very “Aryan” outlook. They believe strongly in the rule of the “pure” and “intelligent” by their definitions, and in their ceremonies, there will occasionally be minorities killed in ceremonies.

They are trying to breed a “genetically superior” race to rule, with their children and descendants. They are also followers of Plato’s Republic, and believe that they will be the ones to usher in this “Utopian” rule with the NWO in their opinion. In their Utopia, the intelligentsia will rule, and the sheep like masses will follow their leaders (that is their view of the world; that the occult leaders are “enlightened’ and intelligent, while the average person is a “sheep” to be led by the nose).”

FREEMASONRY

Svali: “The Freemasons and the Illuminati are hand in glove. I don’t care if this steps on any toes, it’s a fact. The Masonic temple at Alexandria, Virginia (the city itself was named after Alexandria, Egypt, and is a hotbed of Illuminati activity) is a centre in the Washington, DC area for Illuminati scholarship and teaching. I was taken there at intervals for testing, to step up a level, for scholarship, and high ceremonies. The leaders in this Masonic group were also Illuminists.

This has been true of every large city I have lived in. The top Freemasons were also top Illuminists. My maternal grandparents were both high ranking Masons in the city of Pittsburgh, Pa. (president of the Eastern Star and 33rd degree Mason) and they both were also leaders in the Illuminati in that area.

Are all Masons Illuminati? No, especially at the lower levels, I believe they know nothing of the practices that occur in the middle of the night in the larger temples. Many are probably fine businessmen and Christians. But I have never known a 32 degree or above who wasn’t Illuminati, and the group helped create Freemasonry as a “front” for their activities.”

CIA FBI are all infiltrated. So are Mormons etc.

Svali: “Many of the administrators and directors at the FBI are also Illuminists. The CIA helped bring over German scientists after WWII. Many of these were also Illuminati leaders in their own country, and they were welcomed with open arms by the U.S. group. They also funnelled all information they were learning to the Illuminati.

The Mormons affiliated years ago in a meeting with Illuminati leadership in the 1950s. The same with the Jehovah’s Witnesses.”

The Cold War

Svali:”Russia was never really a threat to us. Marxism was funded by the Illuminati, and espoused as a counterbalance to capitalism. The Illluminati believe strongly in balancing opposing forces, in the pull between opposites. They see history as a complex chess game, and they will fund one side, then another, while ultimately out of the chaos and division …, they are laughing because they are ultimately beyond political parties. A top western financier will secretly meet with an eastern or Russian “adversary” during those years, and have a good laugh at how the “sheep” were being deluded. I am sharing here what I was taught, and also observed.

They are truly an international group, and the group’s agenda supersedes any nationalistic feelings. There is also a lot of trading back and forth of members in these groups. A Russian trainer might come to the US for awhile, complete a job, then go back, or vice-versa.”

Assassin Training

Svali: “Here is how it is done (how it was done to me): [1] When the child is 2 years old, place them in a metal cage with electrodes attached. Shock the child severely.
[2] Take the child out, and place a kitten in its hands. Tell the child to wring the kitten’s neck. The child will cry and refuse.
[3] Put the child into the cage, and shock them until they are dazed and cannot scream any more.
[4] Take the child out, and tell them again to wring the kitten’s neck. This time the child will shake all over, cry, but do it, afraid of the torture. The child will then go into the corner and vomit afterwards, while the adult praises them for “doing such a good job”.

This is the first step. The animals get bigger over time, as the child gets older. They will be forced to kill an infant at some point, either a set up or VR, or in reality. They will be taught by age 9 to put together a gun, to aim, and fire on target and on command. They will then practice on realistic manikins. They will then practice on animals. They will then practice on “expendables” or in VR. They will be highly praised if they do well, and tortured if they don’t comply.

The older the child or teen, the more advanced the training. By age 15, most children will also be forced to do hand to hand combat in front of spectators (high people who come to watch the “games” much as the ancient gladiators performed). These matches are rarely done to the death, usually until one child goes down. They use every type of weapon imaginable, and learn to fight for their lives. If a child loses a fight, they are heavily punished by their trainer, who loses “face”. If they win, they are again praised for being “strong’ and adept with weapons. By the time they are 21, they are well trained combat/killing machines with command codes to kill and they have been tested over and over to prove that they WILL obey on command. This is how children in the German Illuminati are brought up, I went through it myself.”

Trust in Family

Svali: “They tell their children as they are torturing them, “I am doing this because I love you.” To them, the greatest love is to make a child strong, and fit to lead or to move higher in the group, by whatever means it takes.

If a leader sees a child, and wants it as a prostitute, the loving parents will give it away, happy that their child will rise in status. Also, again, they view betrayal as the greatest good. They will do set up after set up to teach their children to never openly trust others.

I remember hundreds of agonizing set ups and betrayals, and hearing when I was betrayed or wounded, “And such is the heart of man.” Those doing this to me thought they were teaching me something of value, that would help me. And because of the vicious and political nature of the group, in one sense they were right; the naive get stepped on and wounded. I have known parents who tried to spare their children some of this out of love, but often they were overruled by other family members, who viewed these parents as “weak” and “unfit” to teach their child.”

Morale

Svali: “Most of them are wounded, abused victims, who don’t realize that it is possible to leave the group. There is a lot of discontent in the ranks, and there would be a mass exodus if the members believed it were really possible to get out (and live). Many of the trainers I knew (I know, wicked, torturing pedophiles) were NOT happy with what they did. They would whisper quietly, or give a look, to show that they disagreed with what they had to do. They would resignedly do their jobs, in the hope of advancement.

Know what one of the biggest carrots offered to those who advance up in the group is? That you don’t have to hurt people anymore, and that you can’t be abused (it’s true: only those higher than you in the group can abuse you, so everyone wants to move up, where the pool of candidates becomes smaller). Of course, people can choose to abuse anyone beneath them, and that motivates.

The Illuminati are a very political and back stabbing group, a “dog eat dog” mentality; everyone wants to move up. These are NOT nice people and they use and manipulate others viciously. They cut their eyeteeth on status, power, and money.

They never openly disclose their agenda, or their cult activities, as often they are amnesic to them. These are well-respected, “Christian” appearing business leaders in the community. The image in the community is all-important to an Illuminist; they will do anything to maintain a normal, respected facade, and DESPISE exposure. ….

None of the Illuminists that I have known, had unkind, or evil appearing, persona in their daytime lives, although some were dysfunctional, such as being alcoholics. The dissociation that drives the Illuminists is their greatest cover … Many, if not most, of these people are completely unaware of the great evil that they are involved in, during the night.”

TV

Also, remember those studies that stated that “TV violence doesn’t affect children’s behaviour” years ago? Guess who funded them? They are a bunch of bullcrud. What a person watches DOES influence them, and this is well known by the behaviourists in the group. In fact, they know that TV is a tool that they purposely use to influence “the masses”. It cannot create a total personality change in the average citizen, but it can desensitize us increasingly to violence, pornography and the occult, and influence the perceptions of young children.

Rock Music

I believe that Brittany Spears, Eminem, and others are being used by them to sing lyrics they like (ever notice that he wears a Neo-Nazi look and sings hate lyrics? This is NOT by chance). In fact, many of the top pop singers come from an internship with the “Mickey Mouse club” (yep, good old Walt the Illuminist’s Empire) and I believe they are offered stardom in exchange for allegiance or mind control.

How many lyrics advocate suicide, violence, despair, or New Age spirituality in pop/rock today? Or just get a copy of the words and read (but be aware that many are possibly triggering to survivors of mind control).

Illuminati Weaknesses

Svali: “1. Their arrogance (I think I mentioned this before) is their weakness. These people think they are untouchable, and this could make them careless.

2. If by a miracle, enough people took this SERIOUSLY and started organizing in some way to stop the Illuminati take over, with prayer and God’s guidance, perhaps they could be stopped. I hope so, with all of my heart.

3. Stopping pornography and child prostitution and drug smuggling and gun running would take out a huge chunk of their profits. Maybe they would slow down. But honestly, stopping the above would be as difficult as stopping the group.”

Public’s Denial Mechanism

Svali: The evidence is there, but in my opinion, the average person does NOT want to know, and even when confronted with it, will look the other way.

The Franklin case is a point. How much evidence has come out? Or the MK-Ultra documents that have been declassified, shown as real, and people ignore it.

Okay, I’ll get off my soapbox. But I believe that the media that downplays ritual abuse is feeding into a deep need in the average person to NOT know the reality. In fact, how can a person face the fact of great evil in mankind, unless they have either a strong faith in God, or are faced with insurmountable evidence? We as human beings want to believe the BEST of our race, not the worst, IMHO.

I really don’t believe people will do anything about the Illuminati even if they know. Sorry for the cynicism, but it is based on a lifetime of experience.

The Illuminists don’t care who prints this stuff, or if they are “exposed” because they are counting on the majority not believing it, having done a pretty good job with a media blitz campaign (seen any articles in Newsweek or Time lately that addresses this other than as a laughable conspiracy theory? Guess who owns Time-Warner?).

I have heard them laughing about this very thing in leadership meetings five years ago, and I doubt their attitude has changed much since then. If people DID believe this, if action could be taken, then I would be very surprised and quite happy.”

“Svali” is a registered nurse and freelance writer living in Texas.

Does a Satanic Cult Rule the World?

Posted in Conspiracy Theory with tags , , , , , , , , on September 8, 2008 by indonesiaunderground

By Henry Makow Ph.D.
October 21, 2002

The US Great Seal

Some of the biggest men in the United States, in the field of commerce and manufacture, are afraid of something. They know that there is a power somewhere so organized, so subtle, so watchful, so interlocked, so complete, so pervasive, that they better not speak above their breath when they speak in condemnation of it.” Woodrow Wilson, The New Freedom (1913)

The “Maryland Sniper” is on everyone’s mind.

In March, Svali, an ex-Illuminati mind controller wrote:

“There is a lot more going on in the suburbs around Washington, DC than most people realize,” She described how the Illuminati cult brainwashed and trained people to become assassins.

Has the mainstream media suggested a possible link to this cult? Do I need to ask?

In Svali’s words, “who do you think owns AOL-Time Warner?”

To date, 12 people have been hit. Will the sniper stop at 13? Thirteen is a significant number in Freemasonry, which is an Illuminati vehicle. Thirteen represents Christ and his 12 disciples. The number signifies their scorn and hatred for Christianity.

The “Maryland sniper,” (like September 11 and the “War on Terror”) appear designed to traumatize and manipulate the public. I’m guessing that the sniper’s “purpose” is to build a case for gun control and domestic involvement by the military.

Did you know that a “terrorist” started the First World War by killing the heir to the Austrian throne? The terrorist was a Freemason. Most wars are engineered by the Illuminati to weaken civilization and create a global police state, the “New World Order.”

We need to see current events in a new way. The conflict is NOT between countries or religions or “civilizations.”

The conflict is between the people and most of our “leaders” — government, media, religion, education and business — who owe their position to this extremely powerful and evil cult. They are traitors.

Who is the Illuminati? We are still living off the twilight rays of Western Civilization, which was based on Christianity. Civilization is always based on a religion, an ideal. Christ taught that God is Immanent and His Plan is to manifest Himself through His Creation. We must do His will rather than pursue our own selfish desires. Kings derived their authority from God and were answerable to Him.

The Jewish Pharisees rejected Christ. They practised a naturalistic religion that turned Christ’s message on its head. Man is God, rules the universe, and defines reality. We can indulge our desires. Dating back to Zoroastrianism, the Jewish Cabala reverses the roles of God and Lucifer and embraces occult symbols, rituals and blood sacrifices.

This is the Cosmic Struggle between Spirit and Matter: God will be Immanent; Matter will resist. This is the conflict between God (the view that man is unfinished, and dependent on Divine revelation) and Lucifer (man is already god.)

The Cabalists secretly dedicated themselves to destroying Christianity and Western civilization. In 1773 Amschel Mayer Rothschild convened a meeting of 12 prominent Jewish bankers and other prominent Jewish personalities and submitted a programme to level the social order using the contradictory promise of “liberty” and “equality.” In 1776, they had Adam Weishaupt organize the Order of the Illuminati, which merged with Freemasonry in 1782. Freemasonry is Cabala and, in the words of Andre Krylienko, (The Red Thread) it was “launched for the purpose of enlisting non-Jews consciously or unconsciously in the service of Jewry.” (p.93)

The Illuminati was behind the revolutionary movements of the 18th — 20th Century as well as their respective reigns of terror. The bankers used their power to spread their Satanic convictions. They had finagled a monopoly on credit (usurping the government’s right to create money) and they needed to control the world in order to protect this prize.

Their influence on world history can be seen in the story of the red hexagram, commonly known as the “Star of David.” According to researcher Fritz Springmeier, the Star of David was not associated with Jews until the Rothschilds adopted it as their symbol in 1822. The Rothschilds were considered the leaders of the Jews but I don’t know if the Jews knew the Rothschilds were Satanists. The Star of David is really “The Seal of Solomon,” an occult symbol for the Satanic. Solomon worshipped the star “Astoreth.”

Before we feel smug, the Great Seal of the United States is also a Masonic symbol. According to Eustace Mullins, the top of the pyramid is missing to indicate that they have not yet put into operation the final stages of their conspiracy. “The eye represents that Great Architect of the Universe, a cabalist concept; it is enclosed in a triangle which is the symbol of magic. The thirteen steps refer to Satan, Belial and rebellion…” (The Curse of Canaan, 141) The inscription “Novo Ordo Seclorum” means “New Secular Order.”

Mullins says the leading international bankers were motivated by freemasonry: “From the year 1776, Freemasonry has been an omnipresent international government operating treasonably from within the United States, and it has exercised those powers ever since.” (140)

Without fanfare, Freemasonry is being introduced as the New World Religion. We are being brainwashed with it every day. So you need to know that:

  • Freemasonry is a religion that believes Lucifer is the “God of light and God of good, struggling for humanity against Adonay, God of darkness and evil.”
  • It is a secret society that demands adherents swear blind obedience on pain of death before they even know what it represents.
  • It practises deception. It reserves its truths for the adept; the initiate is “intentionally mislead by false interpretations.”
  • It preaches “tolerance” and the universality of all religions in order to negate them all. Christianity is especially abjured. “Universality does not mean Christianity.” (Quotes from Masonic Texts from Gary Kah, En Route to Global Occupation pp.120-140)

Freemasonry is taught to your child. For example, a survey of schools in my city shows that 75% no longer use the word “Christmas” to describe their holiday season festivities. Instead Christmas has been replaced with such jargon as “winter concerts” and “international celebration of holidays.”

The Christmas tree at the Legislature was renamed “multicultural tree” until a storm of protest forced the politicians to relent.

“We have to abandon our culture in order to respect everyone else’s? It’s kind of silly.” one parent complained.

But this is exactly the agenda: To destroy Christianity, just as they have destroyed empires, nations, heterosexual identities and nuclear families. The agenda is to strip people of power and identity leaving us defenceless in the face of one-world tyranny.

The lesson of this story is that God is indispensable. He is Reality. We cannot deny Him without denying the principle of our own fulfillment. A secular world order is prey to the devil. This is impasse we are in. We are ruled by a satanic cult.

Some things we can do: 1) boycott the mass media; 2) “out” politicians, teachers and media figures who are pushing the freemason agenda; 3) refuse to hate other people or fight other countries; 4) celebrate the things the Masons hate — nationhood (internationalism causes war) heterosexual identities, nuclear families, Christianity and God.

Source : http://www.henrymakow.com