NAMRU 2

Posting saya salin dari Senopati Wirang (http://intelindonesia.blogspot.com), foto2 dari http://www.nmrc.navy.mil

NAMRU-2

Namru 2 = Intelijen AS…..hahaha benar-benar ramai komentar dan pandangan para ahli dan pengamat intelijen di media massa tentang Namru 2, sampai-sampai ada yang menganalisa Namru 2 sebagai cover CIA untuk mengawasi pilpres seperti diungkapkan AC Manullang.

Reaksi pertama saya atas sejumlah polemik di media massa, termasuk komentar Pimpinan kita Bung JK, adalah sedih teramat sedihnya. NAMRU 2 (The Naval Medical Research Unit 2) yang berada dibawah Angkatan Laut AS adalah sebuah proyek bergengsi dengan nilai investasi yang sulit kita bayangkan, bila dikatakan alatnya miliran rupiah, maka sangat mungkin berpuluh kali lipat. Suatu investasi yang besar tentu mengharapkan hasil yang besar pula, apa bentuk hasil dari sebuah proyek penelitian tidak lai tidak bukan adalah sampel virus dan antidote-nya, yang apabila sukses akan menghasilkan pemasukkan yang luar biasa, sehingga nilai investasi penelitian akan kecil dibandingkan dengan keuntungannya.

Selain itu,…..keberhasilnya menanggulangi keganasan dan pola-pola serangan virus juga sangat penting dalam pengembangan senjata biologi rahasia, itulah sebabnya akses ke NAMRU 2 sangat dibatasi. Blog I-I telah mengirimkan tenaga ahli ke dalam laboratorium NAMRU ketika masa terminasi kerjasama itu dilakukan pada akhir 1990-an dan awal tahun 2000. Rekomendasi dari berbagai pihak terkait adalah bahwa proyek itu selesai. Namun berkat kelihaian AS, bisa tetap eksis sampai sekarang. Informasi yang Blog I-I kumpulkan mungkin tampak biasa-biasa saja yaitu mengenai beragam sampel penelitian yang sangat penting dalam upaya pencarian anti virusya, ambil saja contoh malaria yang telah puluhan tahun tidak juga diumumkan kepada masyarakat Indonesia apa hasil kerja NAMRU, gagalkah mereka atau telah disembunyikan?

Belum lagi dengan kejanggalan Avian Flu yang telah Blog I-I pastikan bukan wabah di Indonesia. Kejanggalan yang tidak mengikuti seluruh pola berjangkitnya sebuah wabah (natural virus outbreak) tersebut bisa diperhatikan dari jatuhnya kematian demi kematian orang Indonesia yang secara random terjangkit Flu Burung hingga saat ini. Ketika kasus Flu Burung meledak di China, pemerintah China sudah mendeteksi adanya unsur kesengajaan untuk menghambat laju pertumbuhan ekonomi China, hingga pada saat itu kasus Flu Burung ditutup-tutupi oleh Kementerian Kesehatan, hingga akhirnya dinyatakan sebagai keadaan darurat. Karena kewaspadaan China sangat tinggi dan operasi intelijen segera digelar, maka upaya teror terhadap rakyat China tersebut segera teratasi, bahkan langkah drastis berupa penghancuran industri ayam di China-pun ditanggungnya.

Indonesia yang setengah hati dan masih dalam keraguan apakah Flu Burung itu sebuah wabah atau bukan berjalan dalam langkah yang tidak pasti, sehingga kebijakan penanganannya terkesan tidak terpadu, bahkan ada pihak-pihak pejabat di Depkes (tentunya bukan Menterinya) yang mencoba menjelaskan bahwa Flu Burung adalah wabah alami, seharusnya yang bersangkutan segera dipecat saja karena tidak memiliki sensitifitas terhadap kewaspadaan nasional dan kematian orang Indonesia akibat Flu Burung.

Apakah lantas kita tuduh saja Namru 2 itu sebagai suatu operasi intelijen? Tentu saja hal ini menjadi reaksi yang kurang elegan juga karena terlalu banyak pengamat yang entah mengapa berkicau memberikan komentar yang tidak bermutu. Seharusnya dalam kasus ini para ahli asal Indonesia segera dimintai keterangan karena para ahli asal AS pasti akan membantahnya habis-habisan.

Mengenai Dino Patti Djalal, meskipun Blog I-I pernah secara keras menegurnya, namun kurang setuju apabila karirnya dimatikan begitu saja atas dasar dugaan dan karakternya dihancurkan dimata publik sebagai akibat tuntutan sejumlah pihak civil society dengan tuduhan sebagai agen AS. Dino adalah anak muda yang cerdas dan memiliki potensi yang baik, namun kesombongan dan over confidentnya telah membutakan matanya dari dinamika perdebatan politik dan kepentingan di dalam negeri. Seandainya saja Dino mendengarkan kritik keras Blog I-I untuk lebih berhati-hati dan mencoba melihat persoalan dari sisi lain, mungkin ia tidak akan terlalu keras dalam menentang intelijen Indonesia bahkan bisa bersinergi untuk Indonesia Raya. Nasi sudah menjadi bubur, apakah ada langkah-langkah perbaikan dari Bung Dino, sebaiknya demikian…bukan asal bantah saja. Perlu Bung Dino pahami bahwa pengadilan publik lebih sadis daripada klarifikasi di depan hukum.

Kekesalan para Patriot Indonesia Raya dalam kasus Namru 2 sangat wajar dan harus kita dukung bersama dalam kerangka kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Meskipun demikian, langkah-langkah yang diplomatis juga hars secara gigih mengikuti gejolak kekesalan itu. Jangan sampai secara emosional mengeluarkan segala caci maki atau bahkan tuduhan yang tidak dilandasi oleh fakta-fakta. Karena hal itu akan dengan dimanfaatkan balik oleh AS untuk kembali menekan Indonesia. Patriotisme tanpa kecerdasan akan membabi buta, sebaliknya kecerdasan tanpa bimbingan kepedulian kepada nasib bangsa dan negara juga akan terpuruk dalam kesombongan pribadi.

Kasus Namru 2 akan dipertahankan oleh AS bukan karena masalah atau kondisi politik di Indonesia, tetapi lebih kepada kekayaan sumber-sumber penelitian dan investasi biomedik yang sangat mahal. Tentunya Indonesia harus bisa menekan untuk dapat memperoleh atau menikmati hasil penelitian tersebut. Namun dalam prakteknya, seperti diungkapkan seorang informan Blog I-I sangatlah sulit karena keseluruhan kontrol.kendali ditangan para ahli AS, sementara tenaga ahli asal Indonesia sebagian besar telah disuapi oleh AS sehingga wajar bila terjadi divided loyality. Bahkan sejumlah pejabat birokrasi baik di Depkes, Dephan dan Angkatan Laut secara diam-diam juga ada yang memuluskan proyek Namru.

Apa yang Blog I-I harapkan dari merebaknya polemik Namru yang telah berulangkali terjadi adalah kesungguh-sungguhan pemerintah secara terpadu mengambil langkah yang tegas sekaligus juga tetap menjaga norma diplomasi dengan menyampaikan posisi dan sikap secara utuh. Apabila AS tetap ngotot untuk melanjutkan proyek Namru, maka harus ada keberanian untuk mengatkan tidak atau mengatakan iya dengan syarat yang mnguntungkan Indonesia. Syarat yang menguntungkan Indonesia itu juga harus dilengkapi dengan rencana dan program pengawasan penelitian Namru. Kemudian pemberian status diplomat juga harus dicabut segera.

Akhir kata, semoga gerakan civil society yang menyoroti Namru 2 juga juga didasari oleh kejujuran dan kepedulian dan bukan karena manuver politik tertentu untuk menjatuhkan seorang Dino Pattu Djalal. Mudah-mudahan juga Dino memiliki jawaban yang jelas atas segala tuduhan kepadanya serta dapat mempertanggungjawabkan posisinya yang selalu membela perpanjangan proyek Namru, singkatnya apa dasarnya?

Apa yang terjadi dalam proyek Namru 2 setidaknya dapat menjadi pelajaran dan case study bagi komunitas intelijen tentang pentingnya menyatukan derap langkah kebijakan pemerintah. Sehingga kita bisa melihat bahwa meskipun Menlu, Panglima TNI, dan BIN sudah pernah menyarankan berakhirnya proyek Namru, namun hal itu tidak terkoordinasi dengan baik. Karena kebocoran-kebocoran pada level pejabat di Depkes cukup memprihatinkan, semoga Ibu Menkes tetap diberi kekuatan dalam membersihkan jajarannya.

Sekian, mohon koreksi dari pihak-pihak yang paham tentang proyek Namru 2

2 Responses to “NAMRU 2”

  1. denny28 Says:

    Hmm.. Film, mending jangan dibuat ! Apalagi Si netron saat ini mau MUNTAH aku nengoknya, pointnya pasti tentang : PEMBODOHAN, SENTIMEN, und pola fikir yang sempit yg dicerminkan dan mencerminkan pelakonnya dan yang bersangkutan…… Entahlah………………………….

  2. bumihanguskan saja AS dan Israel serta antek2nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: